Lewati ke konten utama

NTT Digoyang 2.119 Gempa Susulan, BMKG Prediksi Gempa Berakhir 3-4 Pekan Lagi, Tsunami Tertinggi Landa Pota

Redaksi Fajar PapuaPenulis
14.46 WIT2 menit baca410 dibaca
Aktivitas gempa susulan di NTT
Aktivitas gempa susulan di NTTFoto / Lingkungan
Bagikan berita ini
Aa

Jakarta, fajarpapua.com – Aktivitas gempa susulan pascagempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), diperkirakan masih berlangsung hingga tiga sampai empat pekan ke depan. Hingga Selasa (18/8), BMKG mencatat ribuan gempa susulan terjadi di wilayah tersebut.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan, jumlah gempa susulan yang tercatat hingga Selasa mencapai 2.119 kejadian. Gempa susulan tersebut terjadi setelah gempa utama yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8).

“Data sementara gempa susulan ini akan berakhir 3-4 minggu ke depan,” kata Wijayanto dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8/2026).

Dari ribuan gempa susulan tersebut, sebanyak 24 kejadian memiliki magnitudo di atas 5. Sementara itu, 70 gempa susulan dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.

Gempa utama yang terjadi pada Sabtu pagi juga memicu tsunami di sejumlah wilayah. BMKG mencatat gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas tektonik di zona Flores Back-Arc.

Gempa terjadi akibat mekanisme pergerakan naik atau thrust fault. Hanya sekitar dua menit setelah gempa, BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami dengan status ancaman Siaga untuk ketinggian gelombang 0,5-3 meter dan Waspada untuk wilayah lainnya.

Berdasarkan hasil pengamatan stasiun pasang surut, tsunami tercatat di 16 lokasi yang tersebar di empat provinsi, yakni NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

Tinggi tsunami maksimum tercatat di Pota, Kabupaten Manggarai Timur, NTT. Gelombang mencapai 1,605 meter pada pukul 05.03 WIB.

Dampak gempa juga cukup besar. Berdasarkan data BNPB hingga Senin (17/8), sebanyak 68 orang meninggal dunia dan 213 lainnya mengalami luka-luka.

Kerusakan bangunan dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, terutama Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, hingga Sikka atau Maumere. Tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, namun tidak perlu panik. Masyarakat juga diminta mengikuti informasi dan arahan resmi dari BMKG serta pemerintah daerah.