Waingapu, fajarpapua.com – Gempa bumi mengguncang wilayah Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Minggu (4/10/2026) pagi. Gempa berkekuatan bermagnitudo 6,1 (kemudian dimutakhirkan BMKG menjadi magnitudo 5,9) mengakibatkan kerusakan rumah warga.
Gempa terjadi pukul 05.55.52 WIB dengan lokasi 9,70 Lintang Selatan (LS) dan 118,92 Bujur Timur (BT). Pusat gempa berada di laut, sekitar 14 kilometer barat daya Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, dengan kedalaman 10 kilometer.
Guncangan gempa dirasakan cukup luas di wilayah Sumba. Di Kodi Balaghar dan Kodi Bangedo, getaran dirasakan kuat hingga membuat warga terkejut dan berhamburan keluar rumah.
Sementara itu, guncangan juga dirasakan di Tambolaka, Waikabubak, Waibakul dan Waingapu. Getaran turut dirasakan hingga Kota Raba dan Kota Bima, Nusa Tenggara Barat.
BMKG juga mencatat aktivitas gempa susulan setelah gempa utama. Hingga sekitar pukul 06.50 WIB, tercatat sebanyak 26 kali gempa susulan.
Meski demikian, gempa tersebut dipastikan tidak berpotensi tsunami.
Masyarakat, khususnya yang berada di wilayah dengan kondisi bangunan rentan maupun di sekitar lereng, diimbau tetap waspada dan tidak panik. Warga disarankan menjauhi bangunan yang berpotensi roboh serta mencari tempat aman apabila kembali merasakan guncangan.
Masyarakat juga diminta mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi BMKG dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Sementara itu, sejumlah akun media sosial mempublikasikan kerusakan rumah warga akibat gempa tersebut.
Bernadeta, salah satu sumber fajarpapua.com mengaku getaran gempa sangat kuat. "Iya gempa kuat sekali, kami semua lari keluar rumah," ujarnya.
Setelah memeriksa keadaan sekitar, wanita yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan itu mengaku beberapa bagian dinding rumahnya retak.(red)







