Lewati ke konten utama

OPM Berduka, Mayor Manfred Tewas Ditembak Saat Berenang, Wakil Panglima Sorong Raya dan 3 Anggota Hilang

Redaksi Fajar PapuaPenulis
16.06 WIT3 menit baca521 dibaca
Manfret Fatem yang tewas ditembak
Manfret Fatem yang tewas ditembakFoto / Lingkungan
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com.com – Panglima Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap IV Sorong Raya, Brigjen Denimos mengumumkan duka nasional atas kematian Mayor Manfred Fatem yang dilaporkan tewas ditembak saat menyeberangi Sungai Kumandan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, pada 9 Oktober 2026.

Denimos menyebut Wakil Panglima Kodap IV Sorong Raya, Kolonel Zakarias Fatem, bersama tiga anggota belum diketahui keberadaannya setelah terlibat kontak senjata dengan aparat militer Indonesia.

Ketiga anggota tersebut masing-masing Anton Fatem, Yesias Fatem, dan Titus Sowe. Hingga laporan itu disampaikan, pihak TPNPB mengaku belum dapat memastikan apakah keempat orang tersebut masih hidup atau sudah meninggal dunia.

# Kronologis kejadian menurut laporan TPNPB

Denimos menjelaskan, peristiwa itu bermula pada 3 Oktober 2026 ketika Mayor Manfred Fatem bersama sejumlah anggota TPNPB Kodap IV Sorong Raya meninggalkan lokasi penembakan di Dusun Kawen, Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat.

Menurut dia, serangan di lokasi tersebut sebelumnya menewaskan dua orang bernama Arso Asinak dan Yohanis Ky.

Setelah meninggalkan lokasi, Manfred bersama Zakarias dan tiga anggota lainnya melanjutkan perjalanan hingga tiba di Sungai Kumandan pada 9 Oktober 2026.

Sekitar pukul 09.00 WIT, Manfred dilaporkan berenang terlebih dulu menyeberangi sungai menuju wilayah Aifat Timur.

Namun, menurut keterangan Denimos, aparat militer Indonesia telah bersiaga di lokasi dan melepaskan tembakan ke arah Manfred ketika ia masih berada di tengah sungai.

Manfred mengalami luka tembak sehingga tidak mampu memberikan perlawanan. Sementara itu, Zakarias dan tiga anggota lainnya yang berada di sisi sungai disebut membalas tembakan hingga terjadi kontak senjata.

Pihak TPNPB menyatakan belum dapat memastikan apakah ada korban dari militer Indonesia dalam baku tembak tersebut.

Setelah kontak senjata berlangsung, Zakarias bersama Anton, Yesias, dan Titus dilaporkan hilang kontak.

Denimos mengatakan pihaknya masih berupaya mencari informasi mengenai keberadaan keempat anggota tersebut. Ia menegaskan belum dapat memastikan apakah mereka gugur, ditangkap, atau masih berada di sekitar lokasi kejadian.

Sedangkan, jenazah Manfred, menurut laporan TPNPB, masih berada dalam penguasaan aparat militer Indonesia.

Atas kejadian tersebut, Denimos mendesak Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Panglima TNI Agus Subiyanto agar segera mengembalikan jenazah Manfred kepada pihak gereja untuk menjalani prosesi pemakaman.

Laporan Resmi 3 Anggota OPM Tewas

Sementara dalam pemberitaan fajarpapua.com sebelumnya, tiga anggota kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya dilaporkan tewas dalam kontak tembak dengan Tim Patroli Gabungan Denkul 4/Satgas Rajawali V bersama Satgas Yonif 9 Marinir di kawasan hutan sebelah utara Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Jumat (9/10/2026).

Kontak tembak tersebut terjadi saat personel gabungan melaksanakan kegiatan pengamanan wilayah. Berdasarkan laporan sementara, tidak ada personel TNI yang menjadi korban dalam insiden tersebut.

Dari tiga orang yang dilaporkan tewas, satu diantaranya telah diidentifikasi sebagai Manfret Fatem, yang disebut menjabat sebagai Danops OPM Kodap IV/Sorong Raya.

Sementara itu, dua korban lainnya masih dalam proses identifikasi dan pendalaman oleh aparat. Berdasarkan informasi awal, keduanya diduga terkait dengan struktur kelompok tersebut, yakni Yesias Fatem yang disebut menjabat sebagai Danyon Mosata Kodap IV/Soraya dan Antonius Assem alias Anton Fatem yang disebut menjabat sebagai Danyon Ayosami Kodap IV/Sorong Raya. Identitas serta keterlibatan keduanya masih menunggu verifikasi lebih lanjut.(red)