Lewati ke konten utama

TNI Sebut Tiga Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Puncak

Redaksi Fajar PapuaPenulis
07.07 WIT2 menit baca413 dibaca
Sejumlah senjata api yang berhasil diamankan oleh Satgas TNI di Distrik Eral Makawia,Kabupaten Puncak
Sejumlah senjata api yang berhasil diamankan oleh Satgas TNI di Distrik Eral Makawia,Kabupaten PuncakFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com- Tiga orang yang disebut TNI sebagai anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) tewas dalam kontak senjata dengan prajurit TNI di kawasan hutan Distrik Eral Makawia, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Minggu.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto dalam keterangannya di Timika, mengatakan kontak senjata terjadi saat Satgas TNI melakukan pengejaran dan menemukan lokasi persembunyian kelompok tersebut di dalam hutan.

Menurut Lucky, prajurit TNI sempat meminta kelompok tersebut menyerahkan diri sebelum terjadi kontak senjata.

"Kejadiannya saat kami melakukan patroli, kami mendekati mereka dan melihat mereka, mengimbau mereka untuk menyerahkan diri, tetapi mereka akhirnya justru menembaki kami. Akhirnya kami melakukan tindakan tegas terukur sesuai dengan peraturan yang ada, dan berhasil menewaskan tiga anggota OPM," katanya.

Lucky mengatakan jasad ketiga orang yang tewas tersebut dibawa oleh anggota kelompok lainnya yang melarikan diri ke dalam hutan.

Dalam penyisiran setelah kontak senjata, Satgas TNI juga mengamankan delapan senjata api beserta amunisi.

Menurut Lucky, senjata tersebut diduga akan digunakan kelompok OPM untuk melakukan gangguan keamanan menjelang peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI.

Ia mengatakan personel TNI di bawah kendali Kogabwilhan III menjalankan operasi berdasarkan ketentuan dan aturan pelibatan (Rules of Engagement/ROE) untuk memastikan tindakan prajurit dilakukan secara profesional dengan menjunjung hukum dan hak asasi manusia.

Lucky menegaskan TNI akan mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap tindakan bersenjata yang dinilai mengancam keselamatan masyarakat maupun aparat.

"Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi, Salus Populi Suprema Lex Esto. Untuk itu saya meminta kepada seluruh anggota OPM di mana pun kalian berada segera meletakkan senjata, menyerahkan diri dan bergabung kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mari kita bangun Papua untuk mewujudkan Papua yang aman, damai dan sejahtera," katanya.

Lucky mengatakan TNI akan terus melakukan upaya menjaga keamanan di wilayah Papua dengan dukungan dan koordinasi bersama unsur pemerintah serta masyarakat.(ant)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.