Lewati ke konten utama

Dari Kamera CCVT Terungkap Ternyata Ada 2 Bocah Asal Mimika Terlantar di Bandara Juanda, Ditawari Rp2 Juta, Satu Belum Ditemukan

Redaksi Fajar PapuaPenulis
10.57 WIT2 menit baca1.746 dibaca
Mianus saat tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika pagi ini
Mianus saat tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika pagi iniFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Kasus bocah asal Kabupaten Mimika yang ditemukan terlantar di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, ternyata tidak hanya dialami satu orang.

Relawan Mimika Respon Cepat menemukan fakta dari hasil rekaman CCTV Bandara Juanda terdapat dua anak yang sempat tercecer di kawasan bandara, satu ditemukan, satu orang lainnya hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Komandan Relawan Mimika Respon Cepat, Arie Agung Perdana mengatakan, salah satu anak yang berhasil ditemukan bernama Mianus Kobogau. Saat ditemukan, kondisi Mianus sangat memprihatinkan dan sempat meminta-minta uang di lampu merah.

“Mianus saat ditemukan kondisinya sangat memprihatinkan. Yang ketemu orang dari NTT, katanya waktu ketemu Mianus lagi meminta-minta uang di lampu merah dekat bandara untuk membeli makan. Orang NTT ini bilang tidak mungkin orang Papua minta-minta, pasti dia kesasar di sini,” kata Arie kepada fajarpapua.com, Selasa (19/8).

Saat hendak diamankan, lanjut Arie, ada seorang warga sekitar yang menawari untuk mengadopsi dengan harga Rp 2 juta. Namun yang menemukan tidak mengiyakan dan memilih mengantar Mianus ke kosnya untuk dicarikan alamat pasti bocah tersebut.

Ia mengungkapkan, identitas dan asal daerah Mianus akhirnya diketahui saat hendak mandi.

“Pas disuruh mandi, baru ketahuan ada alamat di sakunya. Dari situ ama NTT yang menemukan ini bisa tahu asal dan identitasnya,” ungkapnya.

Dari keterangan Mianus, relawan kemudian mendapatkan informasi bahwa terdapat anak lain yang juga terlantar di kawasan Bandara Juanda. Namun, hingga kini anak tersebut belum berhasil ditemukan.

“Dari keterangan langsung Mianus dan juga hasil pengecekan CCTV Bandara Juanda ternyata ada satu anak lagi yang tercecer, entah di mana,” beber Arie.

Arie menambahkan, berdasarkan keterangan yang diperoleh, Mianus sebelumnya diduga hendak ditinggalkan sang paman di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.

Relawan Mimika Respon Cepat kemudian bergerak membantu proses pemulangan hingga akhirnya bocah tersebut berhasil kembali ke Timika pada Selasa pagi ini.

Arie berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan seluruh pihak, terutama keluarga dapat lebih memperhatikan keselamatan serta keberadaan anaknya.

“Kami berharap tidak ada lagi kejadian seperti ini. Anak-anak harus mendapat perlindungan dan pengawasan yang baik,” pungkasnya. Tiba di bandara Timika, Mianus dijemput untuk selanjutnya dimintai keterangan seputar kasus tersebut.(fan).