Lewati ke konten utama

Biadab, 2 Ibu Dibunuh dan Dibuang ke Jurang di Jila Saat Halangi OPM Bawa Paksa Anaknya

Redaksi Fajar PapuaPenulis
22.58 WIT3 menit baca528 dibaca
Dandim 1710/Mimika Letkol Inf Jozanda.
Dandim 1710/Mimika Letkol Inf Jozanda.Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Dua ibu menjadi korban kekejaman kelompok bersenjata di Distrik Jila, Kabupaten Mimika. Salah satu korban, Neringget Magai (48), tewas ditembak, sementara Inkolun Aim selamat setelah diduga dilempar ke jurang dan mengalami patah kaki.

Kedua ibu tersebut disebut sempat berupaya menghalangi saat kelompok bersenjata membawa paksa sembilan perempuan, termasuk anak-anak dan seorang remaja yang sedang hamil muda.

Dandim 1710/Mimika Letkol Inf Jozanda mengatakan, berdasarkan keterangan warga, kedua ibu tersebut tidak terima anaknya dibawa bersama sembilan perempuan lainnya setelah penyerangan Pos Satgas TNI di Distrik Jila pada Senin (17/8).

Pengambilan paksa terhadap sembilan perempuan tersebut dilakukan sekitar 15 orang yang membawa senjata api laras panjang. Kelompok tersebut belum diketahui berasal dari kelompok mana, namun menurut keterangan warga, mereka menggunakan bahasa yang berbeda dengan masyarakat Jila.

“Jadi ada sembilan warga perempuan dibawa paksa oleh OPM. Kemudian ada dua ibu yang tidak terima. Salah satunya ditembak di tempat hingga meninggal dunia dan langsung dibakar oleh keluarganya, sementara satunya dibuang ke jurang dan ditemukan selamat dalam kondisi mengalami patah kaki,” kata Jozanda dalam konferensi pers, Rabu (19/8).

Menurutnya, dari sembilan perempuan yang dibawa paksa tersebut terdapat anak yang masih duduk di kelas 3, 4 dan 6 SD. Selain itu, terdapat seorang perempuan berusia 17 tahun yang sedang hamil muda serta tiga perempuan berusia 18 tahun.

“Perempuan-perempuan yang dibawa paksa itu ada yang masih SD, ada yang berumur 17 tahun dalam keadaan hamil muda dan ada tiga orang yang berumur 18 tahun,” bebernya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, TNI langsung merespons dengan mengerahkan tim Satgas untuk melakukan pengejaran dan upaya penyelamatan.

“Merespons laporan tersebut kami kirimkan tim Satgas untuk mengejar pelaku. Mohon bersabar, butuh usaha yang keras untuk bisa melakukan penyelamatan,” tuturnya.

Jozanda mengungkapkan, masyarakat di Jila saat ini masih berada dalam kondisi ketakutan dan membutuhkan bantuan bahan makanan. TNI telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Mimika untuk menyiapkan bantuan bagi masyarakat.

“Masyarakat ketakutan dan mengirim pesan kepada Pemda untuk mengirimkan bahan makanan. Itu sudah saya sampaikan kepada Pak Bupati dan siap. Sekarang kami sedang pikirkan pengirimannya, jangan sampai saat pengiriman diserang,” ungkapnya.

Dandim berharap sembilan perempuan yang dibawa paksa dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat dan kembali kepada keluarga masing-masing.

“Kami berharap yang dibawa paksa tersebut segera ditemukan dengan selamat dan anak-anak kembali ke orang tuanya. Mohon doanya, termasuk prajurit yang melakukan pengejaran diberikan kemudahan oleh Tuhan dan berhasil melakukan penyelamatan,” ujarnya.

Sementara itu, untuk situasi keamanan di Distrik Jila, Jozanda menyebut saat ini relatif kondusif. Namun, penerbangan menuju Jila masih ditutup hingga ada informasi lebih lanjut.

“Situasi kondusif, tapi penerbangan masih ditutup. Saya sudah berkoordinasi dengan Pak Bupati, nanti diinformasikan kapan dibukanya,” pungkasnya. (ron)