Jayapura, fajarpapua.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan di wilayah Papua mulai memasuki puncaknya pada November hingga Desember 2026. Sementara khusus Kabupaten Jayapura, puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Januari hingga Februari 2027.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah V Jayapura Yustus Rumakiek mengimbau masyarakat mulai mempersiapkan langkah mitigasi untuk menghadapi peningkatan curah hujan tersebut.
Menurut Yustus, kesiapsiagaan sejak awal diperlukan untuk mengantisipasi berbagai dampak yang mungkin terjadi selama puncak musim hujan, termasuk potensi banjir.
“Ini menjadi informasi bagi kita semua masyarakat di Kabupaten Jayapura, untuk bagaimana kita bersama-sama menyiapkan mitigasi dari awal sehingga ketika terjadi puncak musim hujan di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura, kita siap menghadapinya,” kata Yustus, Minggu (4/10/2026).
Ia mengatakan kesiapsiagaan masyarakat diharapkan dapat meminimalisir kerusakan maupun dampak yang tidak diinginkan ketika curah hujan meningkat pada Januari dan Februari 2027.
BMKG, kata Yustus, akan terus menyampaikan informasi terkait perkembangan cuaca dan kondisi iklim kepada masyarakat agar warga dapat meningkatkan kewaspadaan.
“Kami harapkan masyarakat di Kabupaten Jayapura bisa mengikuti informasi dari BMKG, mulai dari informasi gempabumi, cuaca, iklim dan lainnya. Masyarakat harus selalu memantau informasi secara langsung atau bisa menghubungi petugas BMKG,” ujarnya.
Masyarakat juga diminta tidak mengabaikan informasi peringatan dini cuaca dan segera melakukan langkah antisipasi apabila terdapat potensi cuaca ekstrem maupun bencana hidrometeorologi.(hsb)













