Lewati ke konten utama

Dua Anggota OPM Kodap Sorong Raya Tewas Ditembak Satgas TNI di Maybrat, Ini Identitasnya

Redaksi Fajar PapuaPenulis
15.14 WIT2 menit baca305 dibaca
Anggota OPM Kodap Sorong Raya yang tewas ditembak.
Anggota OPM Kodap Sorong Raya yang tewas ditembak.Foto / BERITA UTAMA
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Dua anggota kelompok bersenjata OPM Kodap Sorong Raya dilaporkan tewas dalam kontak dengan personel gabungan Koops TNI Habema di Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Sabtu (3/10/2026).

Kontak tersebut terjadi saat Satgas Rajawali V bersama Satgas Pamtas Yonif 9 Marinir melaksanakan patroli dan penguasaan wilayah sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan masyarakat di wilayah tersebut.

Dalam operasi itu, personel gabungan mendeteksi pergerakan kelompok bersenjata yang disebut dipimpin Manfred Fatem selaku Danops Kodap Sorong Raya.

Setelah melakukan pendalaman informasi dan perencanaan operasi, personel gabungan bergerak menuju lokasi yang menjadi sasaran. Kontak visual kemudian terjadi antara personel gabungan dan kelompok bersenjata tersebut.

Dua anggota kelompok bersenjata dilaporkan tewas dalam kontak tersebut. Keduanya disebut bernama Arso Aisnak dan Yohanes Ky.

Sementara itu, sejumlah anggota kelompok lainnya dilaporkan melarikan diri dari lokasi dan masih dalam pengejaran personel gabungan.

Dari lokasi kejadian, personel mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya satu pucuk senjata api jenis revolver, 10 butir munisi, handy talky (HT), bendera Bintang Kejora dan sejumlah perlengkapan lainnya.

Panglima Komando Operasi TNI Habema Brigjen TNI Riyanto mengatakan, setiap pelaksanaan operasi dilakukan dengan mengedepankan kehati-hatian, profesionalisme dan penghormatan terhadap nilai kemanusiaan.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh prajurit yang bertugas di lapangan. Namun demikian, kami tetap menempatkan nilai kemanusiaan sebagai pedoman utama dalam setiap langkah operasi,” kata Riyanto.

Menurutnya, setiap tindakan prajurit harus dilakukan berdasarkan aturan dan prosedur yang berlaku.

Personel gabungan Koops TNI Habema hingga kini masih melakukan pengejaran terhadap anggota kelompok bersenjata OPM Kodap Sorong Raya yang melarikan diri dari lokasi.

Riyanto juga mengajak anggota kelompok bersenjata yang masih berada di wilayah pegunungan dan hutan untuk menghentikan aktivitas yang dinilai dapat mengganggu keamanan masyarakat serta memilih jalan damai.

“Masih terbuka ruang bagi saudara-saudara kita yang ingin kembali ke pangkuan NKRI. Mari bersama-sama membangun Papua melalui jalan damai, persatuan dan kebersamaan,” ujarnya.

Koops TNI Habema menegaskan, kehadiran TNI di Tanah Papua tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga untuk mendukung terciptanya kondisi yang memungkinkan masyarakat menjalankan aktivitas dan pembangunan secara aman.(ron)