Lewati ke konten utama

Diduga Terjatuh dari Dermaga Saat Hendak ke Toilet, Abdul Rozas Hilang di Sungai Maro Merauke

Redaksi Fajar PapuaPenulis
MustofaEditor
12.33 WIT2 menit baca66 dibaca
Tim SAR saat melakukan pencarian
Tim SAR saat melakukan pencarianFoto / Papua
Bagikan berita ini
Aa

Merauke, fajarpapua.com – Tim SAR Gabungan melakukan pencarian terhadap seorang warga yang diduga terjatuh ke aliran Sungai Maro di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, pada Senin (6/7).

Korban diketahui bernama Abdul Rozas (29) yang dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh dari dermaga saat hendak menuju toilet untuk buang air kecil (BAK).

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Merauke mengerahkan personel rescue segera setelah menerima laporan dari masyarakat.

Informasi resmi mengenai kejadian tersebut diterima pada pukul 10.00 WIT dari rekan korban yang bernama, Supendi.

Berdasarkan kronologi awal, peristiwa terjadi sekitar pukul 01.30 WIT di dermaga milik Hengki yang berada di pinggiran Sungai Maro.

Saat itu korban diduga berjalan menuju kamar kecil, namun tidak kembali dan sejak saat itu tidak diketahui keberadaannya.

Korban terakhir terlihat mengenakan kaus lengan panjang berwarna biru dan celana pendek.

Merespons laporan tersebut, pada pukul 10.20 WIT Basarnas Merauke langsung memberangkatkan dua tim rescue yang terdiri dari 10 personel menuju lokasi kejadian.

Titik pencarian berada sekitar 6,3 kilometer dari Kantor SAR Merauke dengan estimasi waktu tempuh sekitar 25 menit.

Untuk mempercepat proses pencarian, Basarnas berkoordinasi dengan sejumlah unsur potensi SAR, di antaranya KODAERAL XI Merauke, SATROL Merauke, POLAIR Merauke, serta dibantu awak kapal KM Lyly 03.

Dalam operasi tersebut, tim SAR mengerahkan berbagai peralatan, antara lain tiga unit rescue car, satu unit Rigid Buoyant Boat (RBB), satu unit perahu bermesin 40 PK, drone thermal untuk pencarian udara, telepon satelit, Handy Talky (HT), serta GPS handheld.

Selama proses pencarian, kondisi cuaca di sekitar Sungai Maro dilaporkan cerah berawan hingga sempat turun hujan lokal, dengan kecepatan angin berkisar 8 hingga 25 kilometer per jam dari arah timur hingga tenggara.

Basarnas juga mengimbau masyarakat, nelayan, maupun awak kapal yang melintas di sekitar Sungai Maro agar segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian terhadap Abdul Rozas masih terus berlangsung. (mas)