Timika, fajarpapua.com – Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 menegaskan dugaan keterlibatan kelompok kriminal bersenjata (KKB) dalam insiden kebakaran pesawat milik PT Associated Mission Aviation (AMA) registrasi PK-RCY di Bandara Perintis Balingga, Kabupaten Yahukimo, Kamis (2/7), masih memerlukan pembuktian melalui proses penyelidikan.
Meski terdapat indikasi awal yang mengarah pada dugaan keterlibatan KKB, aparat menegaskan belum dapat menyimpulkan penyebab maupun pihak yang bertanggung jawab sebelum dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi, dan pengumpulan alat bukti.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, mengatakan pihaknya masih menunggu tim yang akan diberangkatkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan langsung.
"Sejak menerima informasi dan video yang beredar, kami langsung melakukan investigasi awal serta berkoordinasi dengan pihak maskapai. Namun hingga saat ini kami belum dapat memastikan informasi mengenai korban karena tim masih menunggu pengecekan langsung di lokasi. Besok tim akan diberangkatkan menuju lokasi kejadian, sementara personel digeser secara bertahap," ujarnya.
Menurut Yusuf, masyarakat diminta tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab insiden maupun mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Berdasarkan koordinasi sementara, pesawat PK-RCY melayani rute Wamena–Balingga–Wamena menggunakan pesawat jenis Pilatus PC-6 Turbo Porter.
Pesawat dipiloti Nicholas F. Goselin, warga negara Amerika Serikat, dan mengangkut tujuh penumpang.
"Hasil konfirmasi sementara membenarkan bahwa insiden kebakaran pesawat memang terjadi. Namun hingga saat ini informasi mengenai kondisi pilot maupun para penumpang masih menunggu hasil pengecekan langsung di lokasi," tambahnya.
Satgas Operasi Damai Cartenz menjelaskan dugaan keterlibatan KKB masih bersifat awal dan belum dapat dipastikan.
Penetapan penyebab insiden akan didasarkan pada hasil olah TKP, pemeriksaan saksi, serta analisis barang bukti yang ditemukan di lokasi.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Faizal Ramadhani, menegaskan pihaknya mengedepankan proses penyelidikan yang profesional dan terukur.
"Kami telah mengerahkan personel untuk melakukan pendalaman secara menyeluruh terhadap insiden ini, termasuk berkoordinasi dengan pihak maskapai, pemerintah daerah, serta unsur terkait di lapangan. Fokus utama kami saat ini adalah memastikan kondisi seluruh korban, mengamankan lokasi kejadian, serta mengungkap pelaku di balik peristiwa tersebut melalui proses penyelidikan yang profesional dan terukur," katanya.
Proses penanganan di lapangan juga menghadapi kendala geografis. Bandara Perintis Balingga berada di wilayah pegunungan dengan ketinggian sekitar 2.292 meter di atas permukaan laut dan hanya dapat dijangkau menggunakan penerbangan perintis karena belum tersedia akses jalan darat.
Satgas Operasi Damai Cartenz memastikan seluruh proses penyelidikan dilakukan secara objektif dan berbasis bukti.
Aparat mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil resmi penyelidikan serta tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. (ron)










