Lewati ke konten utama

MI Ma’arif Asmat Gelar Workshop Manajemen Media Sosial, Hadirkan Komunitas Asmat Fotografi dan Jurnalis

Redaksi Fajar PapuaPenulis
14.42 WIT3 menit baca74 dibaca
Kepala sekolah MI Ma'arif Asmat saat berpose bersama ketua Asmat fotografi dan jurnalis media di Asmat
Kepala sekolah MI Ma'arif Asmat saat berpose bersama ketua Asmat fotografi dan jurnalis media di AsmatFoto / Papua
Bagikan berita ini
Aa

Asmat, fajarpapua.com – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif Asmat menggelar Workshop Manajemen Media Sosial Sekolah dalam rangka meningkatkan kemampuan guru dan tenaga pendidik dalam mengelola media informasi serta memanfaatkan media sosial secara positif dan profesional. Kegiatan yang berlangsung di MI Ma’arif Asmat, Minggu (9/8/2026), diikuti para guru dan tenaga pendidik di lingkungan MI Ma’arif Asmat.

Workshop tersebut menghadirkan narasumber dari Komunitas Asmat Fotografi dan sejumlah jurnalis di Asmat, di antaranya jurnalis fajarpapua.com, sorotnews.co.id, seputarpapua.com, dan RRI.

Kepala Sekolah MI Ma’arif Asmat, Tukiman, dalam sambutannya mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kemampuan warga sekolah dalam mengelola media informasi dan media sosial sekolah.

Menurutnya, kegiatan tersebut penting di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat dan menuntut para guru memiliki kemampuan literasi digital yang baik. Ia menilai media sosial tidak hanya dapat digunakan sebagai sarana komunikasi, tetapi juga menjadi media untuk menyampaikan berbagai informasi positif mengenai aktivitas dan prestasi sekolah kepada masyarakat.

“Kegiatan ini bukan hanya bermanfaat untuk kepentingan sekolah atau kantor, tetapi juga sangat bermanfaat bagi kita secara pribadi. Saya berharap kegiatan workshop ini tidak hanya dilaksanakan satu kali. Saya yakin materi mengenai media sosial sangat luas dan masih banyak hal yang perlu kita pelajari,” kata Tukiman.

Ia berharap melalui workshop tersebut, para guru serta pengelola informasi dan media sosial MI Ma’arif Asmat dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab, sekaligus mampu menghasilkan konten yang informatif dan positif.

“Melalui kegiatan ini, kita diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mampu menjadi pembuat konten yang positif dan bermanfaat. Kita belajar bagaimana membuat konten, mengelola akun, kemudian mempublikasikan informasi yang baik sehingga apa yang kita lakukan juga dapat memberikan manfaat dan informasi positif kepada masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Asmat Fotografi, Wilhelmus Kolyaan, dalam penyampaian materinya memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan media sosial secara terencana dan profesional.

Ia menjelaskan media sosial sekolah dapat menjadi salah satu sarana strategis dalam membangun citra positif lembaga pendidikan. Karena itu, setiap informasi yang dipublikasikan harus memperhatikan aspek kebenaran, etika, bahasa, dokumentasi, serta manfaat bagi masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya kemampuan fotografi dan videografi dalam mendukung pengelolaan media sosial. Dokumentasi kegiatan sekolah harus dibuat dengan memperhatikan komposisi gambar, pencahayaan, sudut pengambilan gambar, serta pemilihan momen yang tepat agar pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik.

“Media sosial sekolah harus dikelola dengan baik karena setiap konten yang dipublikasikan menjadi bagian dari wajah dan citra sekolah. Karena itu, kita harus memastikan informasi yang disampaikan benar, positif, edukatif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia juga mengajak para guru untuk tidak takut memulai membuat konten. Menurutnya, setiap kegiatan positif yang dilakukan sekolah dapat menjadi bahan informasi yang menarik apabila dikemas dengan baik. (Jef)