Lewati ke konten utama

Yan Permenas Mandenas Bertemu Tim Kaki Abu Bahas Pemekaran Papua Utara di Biak

Redaksi Fajar PapuaPenulis
12.28 WIT2 menit baca219 dibaca
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Yan Permenas Mandenas, bertemu dengan Tim Kaki Abu DOB Pemekaran Papua di Bandara Frans Kaisiepo, Kabupaten Biak Numfor, Jumat (25/9/2026).
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Yan Permenas Mandenas, bertemu dengan Tim Kaki Abu DOB Pemekaran Papua di Bandara Frans Kaisiepo, Kabupaten Biak Numfor, Jumat (25/9/2026).Foto / Papua
Bagikan berita ini
Aa

Biak Numfor, fajarpapua.com – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Yan Permenas Mandenas, bertemu dengan Tim Kaki Abu DOB Pemekaran Papua di Bandara Frans Kaisiepo, Kabupaten Biak Numfor, Jumat (25/9/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung di area Bandara Frans Kaisiepo ketika Yan Permenas Mandenas bertemu dengan sejumlah anggota Tim Kaki Abu.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak melakukan komunikasi dan berbincang mengenai berbagai hal, termasuk aspirasi terkait pemekaran daerah otonom baru (DOB) di Papua, khususnya perjuangan pembentukan Papua Utara.

Tim Kaki Abu selama ini menjadi salah satu kelompok yang menyuarakan aspirasi masyarakat terkait pemekaran wilayah di Papua. Pertemuan dengan anggota DPR RI tersebut menjadi kesempatan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat di tingkat pusat.

Sebagai anggota DPR RI dari Papua, Yan Permenas Mandenas terus melakukan komunikasi dengan pemerintah, pimpinan DPR RI dan berbagai pihak terkait dalam memperjuangkan aspirasi pemekaran wilayah di Papua.

Sebelumnya, YPM menyampaikan bahwa proses lobi dan komunikasi mengenai Papua Utara masih terus dilakukan bersama pimpinan DPR RI, pemerintah, serta pihak-pihak terkait.

Ia menyebut perjuangan tersebut diarahkan agar Rancangan Undang-Undang (RUU) Papua Utara dapat masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas).

Menurutnya, secara historis, dokumen DPR mengenai Otonomi Khusus (Otsus) Papua juga mencatat pembagian wilayah Papua ke dalam tujuh wilayah adat, yakni Tabi, Saereri, Ha Anim, La Pago, Mee Pago, Bomberai dan Domberai.

Pertemuan YPM dengan Tim Kaki Abu di Bandara Frans Kaisiepo menjadi momentum untuk menyampaikan aspirasi terkait perjuangan pembentukan Papua Utara.

Aspirasi mengenai pemekaran wilayah tersebut diharapkan dapat terus mendapat perhatian pemerintah pusat dan DPR RI sehingga proses pembahasannya dapat berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.