Lewati ke konten utama

Ebarowak Gwijangge dan Paldo Nirigi Dalang Serangan Festival Budaya Lemba Baliem Wamena

Redaksi Fajar PapuaPenulis
07.21 WIT2 menit baca336 dibaca
Para pelaku serangan Fesitval Budaya Lembah Baliem
Para pelaku serangan Fesitval Budaya Lembah BaliemFoto / Papua
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)-OPM, Sebby Sambom, mengklaim pihaknya bertanggung jawab atas aksi penembakan yang terjadi di sekitar pintu masuk Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB), Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Sabtu (8/8/2026).

Sebby menyebut penyerangan dilakukan oleh TPNPB Kodap III Ndugama Derakma terhadap aparat keamanan di sepanjang jalan Trans Wamena hingga memasuki wilayah Kampung Walesi.

Menurutnya, aksi tersebut berlangsung sekitar pukul 12.04 hingga 13.00 WIT yang disertai baku tembak dengan aparat.

“TPNPB Kodap III Ndugama Derakma dengan tegas menolak kemerdekaan bangsa lain (Indonesia) di atas Tanah Papua sehingga kami sudah melakukan penembakan dan penyerangan terhadap aparat militer Indonesia sepanjang jalan Trans Wamena,” ungkap Sebby dalam siaran pers Minggu (9/8) pagi.

Ia mengklaim aksi tersebut dilakukan oleh Ebarowak Gwijangge, Paldo Nirigi dan Batalyon 8 Albu TPNPB Kodap III Ndugama Derakma atas perintah Brigjen Egianus Kogoya dan Mayor Maleo Kogoya.

Sebby juga menyebut pihaknya belum dapat memastikan kondisi korban dalam penyerangan tersebut.

Sebelumnya, penembakan terjadi di pintu masuk kawasan FBLB di Distrik Walesi saat masyarakat hendak mengikuti rangkaian kegiatan festival. Insiden tersebut menyebabkan dua warga sipil dilaporkan menjadi korban.

Dalam keterangannya, Sebby juga mengaitkan aksi tersebut dengan penolakan terhadap rangkaian kegiatan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Tanah Papua.

Dua warga sipil menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) di pintu masuk kawasan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 12.45 WIT.

Kedua korban diketahui bernama Laode Muhammad Ojo (43) dan Salbia (50). Keduanya merupakan warga Jalan Hom-Hom, Wamena.(red)