Lewati ke konten utama

Hibah Pipa Freeport Percepat Perluasan Layanan Air Bersih di Mimika

Redaksi Fajar PapuaPenulis
07.08 WIT2 menit baca14 dibaca
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Mimika Awaludin Sully.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Mimika Awaludin Sully.Foto / PT Freeport
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menyebut hibah sebanyak 1.724 batang pipa dari PT Freeport Indonesia kepada Pemerintah Kabupaten Mimika akan mempercepat pembangunan jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sehingga cakupan layanan air bersih dapat diperluas hingga sejumlah distrik.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Mimika Awaludin Sully di Timika, Kamis, mengatakan ketersediaan material tersebut memungkinkan pemerintah daerah segera membangun jaringan distribusi tanpa harus mengalokasikan anggaran untuk pengadaan pipa, sehingga pembangunan infrastruktur air minum dapat berlangsung lebih cepat.

"Kami tidak lagi melakukan pengadaan pipa. Material hibah ini langsung kami manfaatkan untuk membangun jaringan air bersih agar masyarakat mulai dari Distrik Miru hingga Wania dapat memperoleh layanan yang lebih baik," katanya.

Menurut dia, percepatan pembangunan jaringan tersebut diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap air minum layak, termasuk di wilayah yang selama ini masih memerlukan penguatan infrastruktur dasar.

Awaludin menjelaskan pipa hibah tersebut terdiri atas berbagai ukuran, mulai dari HDPE dua inci hingga 10 inci dengan panjang enam hingga sembilan meter. Pipa berdiameter 10 inci akan digunakan sebagai jaringan distribusi utama di sepanjang jalan, sedangkan pipa dua inci dipasang sebagai sambungan rumah agar air dapat tersalurkan langsung ke permukiman warga.

"Kami berharap jaringan air bersih nantinya juga dapat menjangkau distrik yang lebih jauh, seperti Distrik Iwaka dan Distrik Mimika Timur," ujarnya.

Ia menilai pemanfaatan hibah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mempercepat pemerataan layanan air minum, mengingat kebutuhan infrastruktur dasar terus meningkat seiring perkembangan kawasan permukiman di Mimika.

Menurut Awaludin, hibah pipa telah diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Mimika. Dinas PUPR bersama PT Freeport Indonesia juga telah menyepakati proses pengangkutan material dari area operasional perusahaan menuju lahan milik pemerintah daerah yang akan digunakan sebagai lokasi penyimpanan sementara.

Proses pengangkutan dijadwalkan dimulai pada Senin (10/8) dan diperkirakan berlangsung selama delapan hingga 10 hari karena harus mengikuti prosedur keselamatan kerja yang berlaku di area operasional PT Freeport Indonesia.

"Setelah seluruh material berhasil dipindahkan, kami akan segera menyiapkan tahapan pembangunan jaringan sesuai prioritas pengembangan SPAM di Kabupaten Mimika," kata Awaludin.(ant)