Lewati ke konten utama

Freeport Targetkan Tambang Kucing Liar Mulai Berproduksi Tahun 2029, IUPK akan Berakhir 2041

Redaksi Fajar PapuaPenulis
07.12 WIT2 menit baca189 dibaca
PT Freeport Indonesia
PT Freeport IndonesiaFoto / PT Freeport
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – PT Freeport Indonesia (PTFI) menargetkan tambang bawah tanah Kucing Liar di kawasan Grasberg, Papua Tengah, mulai memasuki masa produksi pada 2029. Saat ini perusahaan masih melanjutkan proses pengembangan sebagai bagian dari persiapan operasional tambang tersebut.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan, pekerjaan yang dilakukan saat ini meliputi pembukaan akses dan pengembangan infrastruktur tambang bawah tanah. Menurutnya, seluruh tahapan tersebut menjadi bagian penting sebelum aktivitas penambangan dimulai.

"Kita mulai menambang Kucing Liar sekitar tahun 2029. Sekarang masih tahap pengembangan tambang bawah tanah. Tambang Kucing Liar nantinya akan menjadi tambang bawah tanah keempat yang dioperasikan PTFI di kawasan Grasberg," kata Tony Wenas, Jumat (7/8).

Target produksi tersebut mundur dari rencana awal pada 2028 setelah terjadinya insiden luncuran material basah di tambang Grasberg Block Cave (GBC) yang berdampak pada penyesuaian jadwal pengembangan.

Menurutnya, PTFI juga berharap pemerintah segera menyetujui permohonan perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) yang telah diajukan pada Juni 2026. IUPK operasional tambang Grasberg saat ini akan berakhir pada 2041.

Tony menjelaskan, kepastian perpanjangan izin sangat penting karena pembangunan tambang bawah tanah membutuhkan investasi besar dengan waktu pengembangan yang panjang, bahkan dapat mencapai lebih dari 15 tahun hingga memasuki tahap produksi.

"Percepatan penerbitan IUPK akan memberikan kepastian bagi perusahaan untuk mengembangkan cadangan baru sehingga produksi tambang tetap terjaga setelah 2041,"jelasnya.

Permohonan perpanjangan IUPK tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Indonesia dan Freeport-McMoRan (FCX) yang ditandatangani pada Februari 2026. Dalam kesepakatan itu, FCX akan mempertahankan kepemilikan saham sebesar 48,76 persen hingga 2041 dan sekitar 37 persen mulai 2042 sesuai skema divestasi.

Sementara itu, dalam laporan kinerja kuartal II 2026, FCX menyebut proses pemulihan operasional Grasberg Block Cave pascainsiden September 2025 berjalan sesuai rencana. Blok Produksi 2 dan 3 telah kembali beroperasi sejak akhir Maret 2026 dan peningkatan kapasitas produksi dilakukan secara bertahap.

FCX juga menilai perpanjangan IUPK akan mendukung keberlanjutan operasi tambang Grasberg sekaligus membuka peluang pengembangan cadangan mineral baru di kawasan tersebut.(red)