Timika, fajarpapua.com – Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) untuk upacara HUT ke-81 Republik Indonesia (RI) yang digelar PT Freeport Indonesia (PTFI) di area dataran rendah (Lowland) resmi dikukuhkan.
Pengukuhan berlangsung di hanggar Bandara Udara Mozes Kilangin PTFI, Sabtu (15/8/2026).
Pengukuhan ditandai dengan pemasangan tanda anggota Paskibra secara simbolis oleh Direktur & EVP Sustainable Development PTFI Claus Wafma, mewakili Presiden Direktur PTFI Tony Wenas yang baru tiba di penghujung acara.
Setelah dikukuhkan, para anggota Paskibra akan bertugas dalam upacara pengibaran dan penurunan bendera dalam rangka HUT ke-81 RI yang digelar PTFI di wilayah Lowland, tepatnya di Alun-alun Kuala Kencana, Senin (17/8/2026).
Paskibra yang dikukuhkan terdiri dari 38 siswa Yayasan Pendidikan Jayawijaya (YPJ), 11 siswa Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP), serta 23 karyawan PTFI. Selain itu, terdapat enam orang pengapit dari unsur TNI-Polri.
Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengapresiasi seluruh anggota Paskibra yang telah bekerja keras dan menjalani latihan dengan serius untuk mempersiapkan diri menghadapi upacara HUT ke-81 RI.
“Saya sangat mengapresiasi adik-adik atas kerja kerasnya yang mewakili Kuala Kencana, Freeport dan juga mewakili Indonesia untuk menaikkan Sang Saka Merah Putih pada 17 Agustus nanti di Kuala Kencana,” katanya.
Tony juga menyampaikan terima kasih kepada para pelatih dan instruktur, termasuk TNI-Polri serta seluruh pihak yang telah mendampingi dan memberikan arahan selama proses latihan.
“Terima kasih kepada TNI-Polri dan semua pihak yang telah melatih, mendampingi dan memberikan masukan kepada tim Paskibra yang sangat membanggakan ini. Pesan saya, jaga kesehatan dan patuhi perintah dan saran dari instruktur sehingga pada saat hari H bisa bertugas dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu anggota Paskibra yang merupakan karyawan PTFI, Klemens Nekeyau, mengaku bangga mendapat kesempatan menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera.
Menurutnya, menjadi Paskibra merupakan kesempatan yang tidak didapatkan semua orang. Ia juga menilai proses seleksi hingga terpilih menjadi Paskibra menjadi pengalaman berharga bagi dirinya.
“Ini salah satu momen yang luar biasa dalam hidup saya, karena untuk menjadi Paskibra itu prosesnya tidak mudah, tapi saya bisa. Saya bangga meskipun saya hanya karyawan dan saya ditunjuk sebagai Danton, itu suatu kehormatan buat saya,” ungkapnya. (ron)









