Lewati ke konten utama

Duta Noken Papua: Program Nomase Hidupkan Ekonomi UMKM di Mimika

Redaksi Fajar PapuaPenulis
07.43 WIT2 menit baca24 dibaca
Duta Noken Papua Marshall Suebu menjadi salah satu nara sumber dalam kegiatan
Duta Noken Papua Marshall Suebu menjadi salah satu nara sumber dalam kegiatanFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com- Duta Noken Papua Marshall Suebu mendorong Pemerintah Mimika, Papua Tengah, untuk menerapkan Program Noken Masuk Sekolah (Nomase) di wilayah itu sebagai upaya melestarikan budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi para pelaku usaha perajin noken.

Marshall Suebu di Timika, Jumat, mengatakan bahwa jika program tersebut dijalankan maka selain memperkenalkan noken sejak dini kepada anak-anak sekolah dan juga memberikan dampak ekonomi melalui pembelian noken kepada para pelaku Usaha Mikro,Kecil,dan Menengah (UMKM) di Mimika.

"Kalau program ini dijalankan di sekolah maka warga sekolah yakni guru-guru dan anak-anak sekolah akan memakainya. Jadi misalnya satu sekolah 1.000 orang maka pasti mereka akan membeli noken di para perajin noken dan tentunya ini memberikan dampak ekonomi yang luar biasa bagi usaha ekonomi kreatif," ujar dia.

Program Nomesa di seluruh tanah Papua saat ini baru dilaksanakan di Kota Jayapura. Ia mendukung agar program itu juga di dilaksanakan di Kota Timika , Kabupaten Mimika.

"Ketika program ini diterapkan mereka bukan menghidupkan nilai nilai noken saja tetapi, ikut memahami dan melestarikan budayanya dan juga ikut menghidupkan pelaku usaha ekonomi kreatif yang bergerak di bidang noken.Kerana di undang-undang pemajuan kebudayaan itu supaya ada nilai ekonominya," ujar dia.

Ia mengatakan Noken merupakan tas tradisional kebanggaan masyarakat yang penuh nilai filosofi, sosial, budaya yang mendalam bagi masyarakat Papua ini terbuat dari serat kulit kayu dan daun. Noken khas Papua sendiri telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sebuah badan khusus dibawa naungan PBB yang fokus mengurus bidang pendidikan,ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah Elisabeth Cenawatin mengatakan akan mendorong Program Noken Masuk Sekolah untuk diterapkan di sekolah-sekolah di Mimika.

"Kami lagi merancang dan menyusun kegiatannya untuk membuat satu program yang tepat agar noken ini masuk ke sekolah sekolah di Mimika," ujar dia.

Ia mengatakan program ini juga dinilai mampu memberikan edukasi kepada anak anak usia sekolah agar dapat memahami dan ikut melestarikan budaya lokal Papua sejak dini.

"Mungkin penerapannya di sekolah tidak setiap hari akan tetapi di hari tertentu anak anak sekolah di Mimika wajib memakai noken ke sekolah," kata Marshall.(ant)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.