Lewati ke konten utama

Empat Anggota OPM Tewas, Koops TNI Habema Amankan Wilayah di Intan Jaya, Dua Jenazah Jatuh ke Jurang

Redaksi Fajar PapuaPenulis
16.18 WIT3 menit baca405 dibaca
Barang bukti yang diamankan personel Satgas Koops TNI Habema.
Barang bukti yang diamankan personel Satgas Koops TNI Habema.Foto / Papua Tengah
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Satgas Koops TNI Habema melalui personel Yonif 315/Garuda bersama Tim Taipur melaksanakan pengamanan wilayah di Kampung Balamai Atas, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Jumat (25/9).

Pengamanan tersebut dilakukan setelah personel memperoleh informasi mengenai keberadaan kelompok bersenjata yang disebut sebagai OPM Kodap VIII/Intan Jaya pimpinan Daniel Aibon Kogoya di sekitar wilayah tersebut.

Personel kemudian melakukan pengecekan dan pemantauan secara hati-hati guna memastikan situasi keamanan sekaligus mencegah potensi ancaman terhadap masyarakat.

Dalam proses pengamanan tersebut terjadi kontak senjata antara personel Satgas Koops TNI Habema dengan kelompok bersenjata. Berdasarkan laporan sementara dari lapangan, empat anggota kelompok dilaporkan meninggal dunia.

Dua orang ditemukan di sekitar lokasi kejadian, sementara dua lainnya dilaporkan jatuh ke area jurang saat kontak berlangsung.

Selain itu, personel mengamankan sejumlah barang dari lokasi kejadian. Barang tersebut berdasarkan identifikasi awal terdiri dari satu pucuk senjata SS2 V1, satu senjata api laras panjang yang dilengkapi alat bidik Trijicon, 50 butir munisi kaliber 5,56 milimeter, satu magazen SS2 V1, alat komunikasi, telepon seluler, serta sejumlah perlengkapan lapangan lainnya.

Seluruh barang temuan tersebut selanjutnya diamankan untuk dilakukan pendalaman sesuai ketentuan yang berlaku.

Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto menegaskan, setiap tindakan prajurit di lapangan harus dilakukan secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai ketentuan hukum, dengan keselamatan masyarakat sebagai prioritas.

“Ketegasan terhadap ancaman dan perlindungan terhadap masyarakat harus berjalan bersama. Setiap tindakan prajurit harus terukur, selektif, profesional, dan tetap menghormati nilai-nilai kemanusiaan. Tujuan akhirnya bukan sekadar mengatasi gangguan keamanan, tetapi menciptakan ruang aman agar masyarakat dapat menjalani kehidupannya dengan tenang,” ujar Brigjen TNI Riyanto.

Menurutnya, kondisi keamanan harus dapat dirasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Warga diharapkan dapat kembali berkebun dan bekerja, anak-anak bersekolah, pelayanan kesehatan dan pemerintahan berjalan, serta kehidupan adat dan keagamaan berlangsung dengan aman.

Pangkoops juga mengajak anggota kelompok bersenjata yang masih berada di hutan dan pegunungan untuk meninggalkan kekerasan dan kembali kepada keluarga serta masyarakat.

“Kepada saudara-saudara kita yang masih berada di luar kampung, jalan untuk kembali selalu terbuka. Kembalilah kepada keluarga, masyarakat, dan kampung halaman. Mari kita bangun Papua bersama. Keberanian bukan hanya ketika seseorang mampu mengangkat senjata, tetapi juga ketika berani meletakkannya dan memilih kehidupan yang lebih baik,” tegasnya.

Koops TNI Habema menyatakan akan terus menjaga keamanan wilayah sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang memungkinkan kehidupan masyarakat kembali berjalan normal.

Bagi Koops TNI Habema, keberhasilan operasi bukan hanya ketika ancaman dapat dikendalikan, tetapi juga ketika ruang yang semakin aman dapat kembali menjadi ruang kehidupan bagi masyarakat untuk bekerja, anak-anak belajar, keluarga hidup bersama, dan harapan akan Papua yang damai terus tumbuh. (ron)