Timika, fajarpapua.com – Polda Papua Tengah resmi menggelar Operasi Patuh Noken 2026 selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.
Dalam operasi ini, kepolisian menyasar sembilan jenis pelanggaran lalu lintas yang dinilai berpotensi memicu kecelakaan, mulai dari melawan arus, penggunaan ponsel saat berkendara, hingga aksi balap liar.
Apel gelar pasukan dilaksanakan di Markas Komando Polres Nabire, Selasa (27/10). Irwasda Polda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Wahyu Kuncoro, bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini.
Dalam amanatnya, Kapolda menegaskan apel gelar pasukan bertujuan memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana sebelum operasi dilaksanakan di seluruh wilayah hukum Polda Papua Tengah.
Operasi Patuh Noken 2026 difokuskan pada peningkatan disiplin dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas, sekaligus menekan angka pelanggaran, kecelakaan, serta fatalitas di jalan raya.
“Operasi Patuh Noken 2026 dilaksanakan untuk meningkatkan disiplin dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. Operasi ini akan berlangsung selama 14 hari,” demikian amanat Kapolda yang dibacakan Irwasda.
Evaluasi Tahun 2025
Pelaksanaan operasi tahun ini tidak terlepas dari evaluasi Operasi Patuh Noken 2025.
Pada periode tersebut, tercatat 153 penindakan tilang dan 509 teguran terhadap pelanggar lalu lintas.
Sementara itu, jumlah kecelakaan lalu lintas mencapai 13 kasus, dengan korban meninggal dunia sebanyak tiga orang, luka berat 13 orang, dan luka ringan satu orang. Kerugian material akibat kecelakaan tersebut mencapai Rp 20,5 juta.
Data tersebut menjadi perhatian kepolisian untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, khususnya dalam mematuhi aturan lalu lintas serta memastikan kendaraan memenuhi persyaratan teknis dan kelengkapan dokumen.
Kapolda menegaskan, Operasi Patuh Noken 2026 tidak semata-mata berorientasi pada penindakan, tetapi juga diarahkan untuk membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.
9 Pelanggaran Jadi Sasaran Operasi
Dalam pelaksanaan Operasi Patuh Noken 2026, terdapat sembilan sasaran prioritas pelanggaran yang menjadi perhatian petugas, yaitu:
1. Pengendara yang melawan arus lalu lintas. 2. Menggunakan telepon genggam saat berkendara. 3. Pengendara kendaraan bermotor yang masih di bawah umur. 4. Berboncengan lebih dari satu orang pada sepeda motor. 5. Pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm berstandar SNI. 6. Pengemudi mobil yang tidak mengenakan sabuk pengaman. 7. Menggunakan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong. 8. Berkendara melebihi batas kecepatan yang ditentukan serta melakukan aksi balap liar. 9. Kendaraan tanpa tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) atau menggunakan pelat nomor yang dimanipulasi.
Kapolda berharap masyarakat memahami kepatuhan terhadap aturan lalu lintas merupakan bagian penting dari upaya melindungi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
ETLE Dioptimalkan
Dalam pelaksanaan operasi, seluruh personel diminta mengedepankan pendekatan yang humanis, profesional, dan edukatif.
Petugas juga diingatkan untuk bersikap sopan, menghindari tindakan arogan, serta memberikan pelayanan yang mencerminkan Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Selain itu, penggunaan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) diminta dioptimalkan untuk mendukung penegakan hukum yang transparan dan akuntabel.
Kapolda juga menekankan pentingnya koordinasi dengan TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan instansi terkait lainnya demi mendukung kelancaran operasi.
Seluruh personel diingatkan agar menghindari penyimpangan dan pungutan liar, menjaga keselamatan selama bertugas, serta memberikan pelayanan yang santun, responsif, dan solutif kepada masyarakat.
Mengakhiri amanatnya, Kapolda mengajak seluruh masyarakat Papua Tengah untuk menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan utama dalam berkendara, bukan sekadar mematuhi aturan ketika ada petugas di jalan.
Melalui tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan”, masyarakat diharapkan ikut berperan aktif menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, lancar, dan berkeselamatan bagi seluruh pengguna jalan.
Operasi Patuh Noken 2026 diharapkan tidak hanya meningkatkan kepatuhan pengendara selama operasi berlangsung, tetapi juga menumbuhkan kesadaran berlalu lintas sebagai kebiasaan sehari-hari di Papua Tengah. (ron)















