Lewati ke konten utama

Dihadiri Utusan 548 Kota dan Kabupaten se-Indonesia, KKT ke-2 Bentuk Pengakuan Kerukunan di Mimika

Redaksi Fajar PapuaPenulis
10.56 WIT2 menit baca105 dibaca
Bupati Mimika, Johanes Rettob saat menghadiri ibadah syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 GKI di Tanah Papua Klasis Mimika, Senin (26/10).
Bupati Mimika, Johanes Rettob saat menghadiri ibadah syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 GKI di Tanah Papua Klasis Mimika, Senin (26/10).Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Kepercayaan menjadikan Kabupaten Mimika sebagai tuan rumah Konferensi Kota Toleransi (KKT) ke-2 pada November 2026 mendatang dinilai sebagai bentuk pengakuan atas kerukunan, toleransi, dan keharmonisan masyarakat di tengah keberagaman.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengajak seluruh masyarakat, khususnya umat Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua Klasis Mimika, untuk mendukung dan menyukseskan pelaksanaan konferensi tersebut.

Ajakan itu disampaikan Rettob saat menghadiri ibadah syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 GKI di Tanah Papua Klasis Mimika, Senin (26/10).

“Kepercayaan menjadikan Mimika sebagai tuan rumah KKT ke-2 merupakan pengakuan atas kerukunan, toleransi, dan keharmonisan masyarakat yang hidup dalam keberagaman,” ujar Rettob.

Menurutnya, Konferensi Kota Toleransi yang melibatkan utusan dari 548 kota dan kabupaten di Indonesia menjadi momentum penting bagi Mimika untuk menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup berdampingan secara damai.

Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan bermasyarakat yang dilandasi semangat saling mengasihi, menghormati, dan memaafkan.

Rettob berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk umat GKI di Tanah Papua Klasis Mimika, mengambil bagian aktif dalam menyukseskan agenda nasional tersebut.

Ia juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban agar para peserta dari berbagai daerah dapat merasakan suasana Mimika yang aman, damai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi.

Menggerakkan Ekonomi Masyarakat

Selain memperkuat kerukunan antarumat beragama dan kehidupan sosial masyarakat, Rettob menilai pelaksanaan Konferensi Kota Toleransi juga berpotensi memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.

Kehadiran peserta dari berbagai kota dan kabupaten diperkirakan membuka peluang bagi sejumlah sektor usaha, mulai dari perhotelan, restoran, transportasi, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Mimika.

Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mampu memanfaatkan momentum tersebut untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan.

“Karena itu, mari kita dukung konferensi ini dan manfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” pesannya.

Rettob berharap pelaksanaan KKT ke-2 di Mimika tidak sekadar menjadi agenda pertemuan antardaerah, tetapi juga memperkuat citra Mimika sebagai daerah yang mampu merawat persatuan, menghargai perbedaan, serta menjadikan toleransi sebagai modal penting bagi pembangunan. (red)