Lewati ke konten utama

Pemkab Jayapura Kucurkan Rp200 Juta untuk Dukung Kontingen Pesparani di Biak

Redaksi Fajar PapuaPenulis
17.48 WIT2 menit baca19 dibaca
Bupati Jayapura Yunus Wonda saat melepas Pesparani ke Biak
Bupati Jayapura Yunus Wonda saat melepas Pesparani ke BiakFoto / JAYAPURA
Bagikan berita ini
Aa

Jayapura, fajarpapua.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura memberikan bantuan anggaran sebesar Rp200 juta untuk mendukung keikutsertaan kontingen Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Kabupaten Jayapura pada Pesparani II Provinsi Papua di Kabupaten Biak Numfor.

Bupati Jayapura, Yunus Wonda, melepas keberangkatan kontingen di Gereja Katolik Paroki Sang Penebus, Sentani Kota, Jumat (23/10). Kontingen tersebut dijadwalkan mengikuti perlombaan pada 26 Oktober hingga 2 November 2026.

Yunus menjelaskan, bantuan Rp200 juta tersebut disalurkan melalui dua mekanisme, yakni Rp100 juta ditransfer ke rekening panitia dan Rp100 juta lainnya diserahkan secara langsung.

“Anggaran yang kami berikan ini dibagi dua, yaitu Rp100 juta ditransfer ke rekening panitia, kemudian Rp100 juta langsung diserahkan,” ujar Yunus dalam keterangan tertulis, Minggu (25/10/2026).

Ia mengakui, dukungan anggaran untuk kegiatan Pesparani tahun ini masih terbatas karena belum terakomodasi secara optimal dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).

Meski demikian, Pemkab Jayapura berkomitmen meningkatkan dukungan terhadap kegiatan keagamaan pada 2027, termasuk Pesparani, Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi), dan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).

“Pada tahun 2027, saya pastikan pemerintah daerah akan mengupayakan dukungan anggaran yang lebih maksimal melalui DPA bagi berbagai kegiatan keagamaan, termasuk Pesparani, Pesparawi, dan MTQ,” katanya.

Yunus berharap seluruh peserta kontingen dapat menjaga kekompakan, menjunjung tinggi sportivitas, memperhatikan kesehatan, serta memberikan kemampuan terbaik selama mengikuti perlombaan di Biak Numfor.

Menurutnya, kontingen Pesparani Kabupaten Jayapura membawa nama baik daerah, bukan hanya mewakili gereja atau kelompok tertentu. Karena itu, keikutsertaan mereka diharapkan mampu menghasilkan prestasi sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Jayapura di tingkat provinsi.

Ia menambahkan, dukungan pemerintah terhadap kegiatan keagamaan juga menjadi bagian dari upaya pembinaan generasi muda, pengembangan bakat di bidang seni dan budaya keagamaan, serta pemeliharaan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Jayapura.

Yunus berharap keterlibatan pemerintah daerah dapat menjadi landasan bagi penyelenggaraan berbagai kegiatan keagamaan secara berkelanjutan pada masa mendatang. (hsb)