Lewati ke konten utama

Ingatkan Dampak Karhutla, PMI Mimika Ajak Masyarakat Lindungi Kesehatan dan Lingkungan

Redaksi Fajar PapuaPenulis
21.15 WIT2 menit baca44 dibaca
Tampak pengurus Pemuda Muslim Indonesia (PMI) Kabupaten Mimika membagikan masker di Sekolah Al Falah, Sekolah DDI, dan Masjid Ar Razaq sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah ancaman kabut asap akibat karhutla.
Tampak pengurus Pemuda Muslim Indonesia (PMI) Kabupaten Mimika membagikan masker di Sekolah Al Falah, Sekolah DDI, dan Masjid Ar Razaq sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah ancaman kabut asap akibat karhutla.Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Selain penanganan saat kebakaran terjadi, kesadaran lingkungan dan upaya pencegahan dinilai penting untuk mengurangi dampak kabut asap terhadap kesehatan dan lingkungan.

Kepedulian tersebut ditunjukkan Pimpinan Cabang Pemuda Muslim Indonesia (PMI) Kabupaten Mimika melalui kegiatan pembagian masker di Sekolah Al Falah, Sekolah DDI, dan Masjid Ar Razaq.

Ketua Cabang PMI Kabupaten Mimika, Muh. Ardhi Chairun, mengatakan ancaman karhutla perlu menjadi perhatian bersama karena dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat.

Menurut Ardhi, pembagian masker merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap. Namun, upaya perlindungan kesehatan perlu disertai langkah pencegahan kebakaran dan peningkatan kesadaran menjaga lingkungan.

“Penanganan krisis kabut asap tidak cukup hanya melalui pembagian masker. Pemerintah, aparat terkait, dunia pendidikan, organisasi kepemudaan, dan masyarakat perlu memperkuat kerja sama dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan,” katanya.

Ia mengajak masyarakat menghindari pembakaran lahan secara sembarangan karena api yang tidak terkendali dapat menyebabkan kerusakan lingkungan serta membahayakan keselamatan warga.

Ardhi juga menilai edukasi sejak dini, terutama di lingkungan sekolah dan keluarga, penting dilakukan agar generasi muda memahami kaitan antara kelestarian lingkungan dan kesehatan manusia.

Menurutnya, menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga tertentu, melainkan kewajiban bersama. Perubahan perilaku dan kepedulian masyarakat diperlukan untuk mengurangi risiko bencana lingkungan.

Melalui kegiatan pembagian masker di Sekolah Al Falah, Sekolah DDI, dan Masjid Ar Razaq, PMI Mimika ingin mendorong masyarakat mewujudkan kepedulian terhadap lingkungan melalui tindakan nyata, seperti menjaga kebersihan, menghindari pembakaran yang berisiko, serta menyebarkan informasi mengenai bahaya kabut asap.

Ia berharap organisasi kepemudaan dapat terus berperan sebagai penggerak edukasi dan solidaritas sosial, sehingga masyarakat semakin memahami ancaman karhutla serta langkah pencegahan yang dapat dilakukan.

PMI Mimika berkomitmen melanjutkan kegiatan sosial dan edukatif yang bermanfaat bagi masyarakat. Organisasi ini juga mendorong kerja sama lintas sektor untuk melindungi kesehatan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Ardhi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan melakukan langkah pencegahan sejak dini tanpa harus menunggu bencana terjadi.

Menjaga kesehatan berarti melindungi masyarakat, sedangkan menjaga lingkungan merupakan upaya melindungi masa depan generasi berikutnya.