Lewati ke konten utama

Kontak Tembak di Nduga, 2 Anggota Kelompok Bersenjata Tewas, Koops TNI Habema Amankan Sejumlah Barang Bukti

Redaksi Fajar PapuaPenulis
08.37 WIT2 menit baca512 dibaca
Barang bukti yang diamankan Koops TNI Habema saat kontak tembak di Nduga
Barang bukti yang diamankan Koops TNI Habema saat kontak tembak di NdugaFoto / Papua
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Personel Satgas Rajawali VI Den 1 Koops TNI Habema terlibat kontak tembak dengan kelompok bersenjata OPM Kodap III/Ndugama-Nderakma di sekitar Kampung Nonggoloit, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Jumat (23/10/2026).

Peristiwa tersebut terjadi saat tim patroli wilayah menindaklanjuti informasi mengenai keberadaan kelompok bersenjata di sekitar permukiman warga. Saat melakukan pemeriksaan, personel dilaporkan mendapat tembakan dari kelompok tersebut hingga terjadi kontak tembak.

Setelah situasi terkendali, personel menemukan dua orang yang diduga anggota kelompok bersenjata meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, sejumlah anggota lainnya dilaporkan meninggalkan lokasi. Identitas kedua korban masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam operasi tersebut, personel mengamankan sejumlah barang bukti, meliputi dua pucuk senapan angin, busur dan anak panah, senjata tajam, 18 unit telepon seluler, perangkat komunikasi handy talky (HT), dokumen, atribut kelompok, serta uang tunai sebesar Rp88 juta.

Seluruh barang bukti telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Pangkoops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto menyampaikan keprihatinan atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Ia mengingatkan setiap tindakan prajurit harus dilaksanakan secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai aturan pelibatan, dengan mengutamakan keselamatan masyarakat.

“Kami menyayangkan adanya korban jiwa dalam peristiwa ini. Setiap nyawa memiliki nilai yang harus dihormati. Namun, setiap ancaman bersenjata terhadap keselamatan masyarakat dan aparat harus ditangani secara tegas dan profesional. Tujuan utama kami adalah menjaga keamanan agar masyarakat dapat menjalani kehidupannya tanpa rasa takut,” ujar Brigjen TNI Riyanto.

Ia juga meminta penanganan jenazah dilakukan secara layak dan bermartabat melalui koordinasi dengan pihak berwenang, keluarga, serta tokoh masyarakat setempat, dengan tetap menghormati adat dan ketentuan hukum yang berlaku.

Koops TNI Habema turut mengajak seluruh pihak menghentikan kekerasan dan membuka ruang dialog serta reintegrasi melalui mekanisme yang berlaku.

“Kepada saudara-saudara kita yang masih berada di hutan dan pegunungan, jalan untuk kembali kepada keluarga dan masyarakat tetap terbuka. Mari kita hentikan kekerasan dan bersama-sama membangun kehidupan yang lebih baik bagi generasi Papua,” tambahnya.

Koops TNI Habema menyatakan akan terus menjaga keamanan di wilayah Nduga agar masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang, pelayanan publik berjalan, serta kehidupan sosial dan ekonomi berkembang.

Upaya pengamanan tersebut diharapkan dapat mendukung pemulihan kehidupan masyarakat, meningkatkan kepercayaan, dan mendorong terwujudnya Papua yang damai secara berkelanjutan. (ron)