Lewati ke konten utama

Asap Karhutla Ganggu Ribuan Penerbangan, Bandara Mozes Kilangin Timika Resmi Masuk Daftar Terdampak

Redaksi Fajar PapuaPenulis
07.08 WIT4 menit baca83 dibaca
Kabut asap di Bandara Mozes Kilangin Timika.
Kabut asap di Bandara Mozes Kilangin Timika.Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Jakarta, fajarpapua.com – Dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu ribuan penerbangan di Indonesia. Bandar Udara Mozes Kilangin Timika, Papua Tengah, termasuk dalam daftar bandara yang terdampak, sehingga calon penumpang diminta rutin memeriksa status penerbangan sebelum berangkat.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus mengawasi operasional penerbangan di tengah kondisi kabut asap yang melanda sejumlah wilayah Indonesia.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa mengatakan, berdasarkan data per 21 Oktober 2026, sebanyak 2.775 penerbangan berjadwal dalam negeri terdampak karhutla sejak 11 Agustus 2026. Angka tersebut bertambah 171 penerbangan dibandingkan data per 19 Oktober 2026.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.170 penerbangan mengalami keterlambatan (delay), 1.544 penerbangan dibatalkan atau ditunda (cancelled/postponed), 25 penerbangan dialihkan ke bandar udara lain (divert), enam penerbangan kembali ke bandar udara keberangkatan (return to base/RTB), dan 30 penerbangan dimajukan jadwalnya (advance).

“Penyesuaian jadwal pada penerbangan yang terdampak karhutla semata-mata dilakukan demi keselamatan. Selama jarak pandang belum memenuhi batas minimum operasional, penerbangan tidak akan dipaksakan,” ujar Lukman saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Ia menyebutkan, sebaran dampak kabut asap kini menjangkau Nusa Tenggara Timur, selain Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.

Sejumlah bandar udara yang terdampak antara lain Bandara Iskandar di Pangkalan Bun, Supadio di Pontianak, Mutiara SIS Al-Jufrie di Palu, Sultan Babullah di Ternate, Pattimura di Ambon, Mozes Kilangin di Timika, Rendani di Manokwari, H Hasan Aroeboesman di Ende, Sultan Thaha di Jambi, serta Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang.

Kabut asap mengurangi jarak pandang di sekitar bandar udara. Kondisi ini memengaruhi proses lepas landas, pendaratan, dan pergerakan pesawat, sehingga berpotensi menyebabkan keterlambatan, pengalihan rute, hingga pembatalan penerbangan.

Pada penerbangan internasional, sebanyak 14 penerbangan dibatalkan. Rinciannya, 12 penerbangan rute Singapura–Pontianak pulang pergi dibatalkan pada 12–23 September 2026 akibat asap di Bandara Supadio.

Sementara itu, dua penerbangan rute Singapura–Palembang pulang pergi dibatalkan pada 15 Oktober 2026 akibat asap di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II.

Di luar dampak karhutla, sebanyak 26 penerbangan domestik juga dibatalkan akibat abu vulkanik Gunung Lewotolok dan Gunung Dukono, cuaca buruk, angin kencang, serta perawatan dan gangguan teknis pesawat.

Untuk mengantisipasi dampak tersebut, Kemenhub meminta pengelola bandar udara di wilayah terdampak meningkatkan kesiapsiagaan. Langkah yang dilakukan meliputi penerapan Low Visibility Procedures (LVP) atau prosedur operasional saat jarak pandang rendah, berkoordinasi dengan AirNav Indonesia dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Selain itu, pengelola bandara diminta menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) atau pemberitahuan informasi penting operasional penerbangan serta meningkatkan kesiagaan di sisi udara.

Pelayanan kepada penumpang juga dioptimalkan melalui penyampaian informasi penerbangan secara berkala dan penyediaan masker.

Sementara itu, operasi pemadaman karhutla melalui udara atau water bombing terus berlangsung. Hingga 20 Oktober 2026, operasi tersebut telah mencapai 5.320 siklus penerbangan (flight cycle) dengan melibatkan 39 pesawat dari 11 operator.

Bandar udara di wilayah terdampak turut mendukung operasi pemadaman dengan menyediakan area parkir pesawat dan helikopter, prioritas slot penerbangan, serta posko pemantauan karhutla. Dukungan lainnya mencakup pendataan sumber air dan ketersediaan bahan bakar.

Melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I hingga X, Ditjen Perhubungan Udara terus berkoordinasi dengan pengelola bandara, AirNav Indonesia, maskapai, BMKG, dan instansi terkait untuk memastikan penanganan berjalan sesuai ketentuan keselamatan penerbangan.

“Kami terus mendorong seluruh pihak meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan. Penumpang juga kami minta mengikuti arahan petugas di bandar udara apabila terjadi perubahan jadwal,” kata Lukman.

Sebagai langkah antisipasi, sejumlah maskapai telah membatalkan 40 penerbangan yang dijadwalkan pada 22–25 Oktober 2026, antara lain pada rute dari dan menuju Pangkalan Bun, Sampit, Ketapang, dan Singkawang.

Penumpang pada rute tersebut diimbau segera menghubungi maskapai untuk memperoleh informasi mengenai penjadwalan ulang (reschedule) maupun pengembalian biaya tiket (refund).

Kemenhub juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Jadwal penerbangan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi cuaca dan jarak pandang.

“Karena itu, penumpang diminta memeriksa status penerbangan secara berkala melalui kanal resmi maskapai dan bandar udara,” ujar Lukman. (ant/red)