Timika, Fajarpapua.com- Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Mimika, Papua Tengah mengirimkan empat atlet junior ke Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-51 Tahun 2026 yang diselenggarakan di Convention Hall Kampus UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH), Kota Serang, Provinsi Banten, 23-28 Oktober.
"Atlet yang kita kirimkan sebanyak empat orang, dua dari U13 dan dua untuk U15," kata Sekretaris Pengkab Percasi Mimika Yan Mansawan saat dikonfirmasi dari Timika, Minggu.
Adapun nama-nama atlet yang dikirim ke Kejurnas di Banten, yakni Adelard Jibril dan Shane Junior Langelo pada kategori U15, serta Muhammad Bachrawan dan Daniel Jeremy Firdaus pada kategori U13.
Yan yang juga bertindak sebagai pendamping atlet itu menyampaikan, saat ini Percasi Mimika sedang fokus untuk pembinaan atlet catur usia muda, mulai dari tingkat SD hingga SMA.
"Alasannya (kenapa?) karena agar ke depan dalam lima sampai 10 tahun, lahir atlet nasional maupun internasional bahkan grandmaster dari pembinaan usia dini ini," ungkapnya.
Yan mengaku, pembinaan usia muda di Percasi Mimika ini sudah berlangsung selama empat tahun belakangan ini.
"Saat ini, Percasi Mimika mengirimkan atlet ke kejurnas ini dengan segala keterbatasan, tanpa bantuan dari pihak mana pun, ini murni mandiri, semua pembiayaan berasal dari orang tua masing-masing atlet," paparnya.
Yan menyebutkan, efisiensi anggaran menjadi alasan sehingga akhirnya para atlet tersebut berangkat secara mandiri untuk tampil di Kejurnas ke-51 Percasi.
"Karena memang mungkin karena efisiensi anggaran, jadi dari KONI dan Dispora Mimika tidak ada bantuan tahun ini, tapi kami tetap bersyukur tetap bisa mengikuti turnamen atau event ini, walaupun dengan biaya mandiri," ujarnya.
Yan berharap ke depan pihak-pihak terkait bisa lebih perhatian kepada atlet-atlet muda khususnya para pecatur junior di Mimika ini.
"Mereka ini adalah anak-anak Mimika yang lahir dan besar serta sekolah di sini, mereka ingin sekali untuk bisa mengharumkan nama Kabupaten Mimika maupun provinsi di kancah dunia catur tingkat nasional hingga internasional," tegasnya.
Yan selaku pendamping menyampaikan jika pihaknya tidak menargetkan medali pada kejurnas ini. Menurutnya, yang terpenting adalah para atlet junior ini mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan hasil latihannya dan mendapat pengalaman bertanding.
"Kita tahu juga event-event (kejuaraan catur) tingkat daerah ini juga minim, ini juga yang kita harapkan ada event yang bisa diselenggarakan secara reguler, per tiga bulan atau sebulan sekali, agar mental dan teknik atlet-atlet ini bisa terbentuk dengan adanya jam terbang atau bermain," ungkapnya.
Selain mengirimkan empat atlet Percasi Mimika juga mengirimkan satu perwakilan untuk mengikuti pelatihan atau penataran wasit nasional tingkat pratama..
"Khusus wasit kami mengirimkan satu perwakilan saja yakni Yusriadi, itu karena tadi juga semuanya secara mandiri," ujar Yan.
Yan menambahkan, saat ini wasit catur juga harus bersertifikat nasional, dan sejauh ini di Mimika hanya memiliki satu, sementara idealnya harus berjumlah lima orang. Sehingga bisa dimanfaatkan ketika ada ajang tingkat nasional baik di Mimika maupun tingkat provinsi.(ant)








