Lewati ke konten utama

KKB Pimpinan Rambo Botak Diduga Dalangi Penembakan yang Tewaskan 5 Pekerja di Tolikara, Para Korban Dievakuasi

Redaksi Fajar PapuaPenulis
RedaksiEditor
22.24 WIT3 menit baca184 dibaca
Proses evakuasi terhadap para korban.
Proses evakuasi terhadap para korban.Foto / Papua
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Satgas Kepolisian yang tergabung dalam Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Tolikara dan Polsek Illu bergerak cepat mengevakuasi para korban sekaligus melakukan penyelidikan menyeluruh terkait penembakan terhadap pekerja proyek jalan di kawasan Kali Kabur, Distrik Kanggime, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Minggu (2/8).

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, mengatakan, berdasarkan pendataan sementara, peristiwa tersebut mengakibatkan lima orang meninggal dunia dan lima lainnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

"Berdasarkan pendataan sementara, lima orang dinyatakan meninggal dunia akibat luka tembak dan penganiayaan berat, sedangkan lima lainnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Empat korban meninggal berinisial A.S., E.A., B., dan A.C.R. telah dievakuasi ke RSUD Mulia dan RSUD Karubaga. Sementara satu korban lainnya merupakan warga asli Papua yang masih dalam proses identifikasi," katanya, Senin (3/8). Lima korban selamat masing-masing berinisial W.R., S.S., H.M., S.U., dan J.J.M. Seluruhnya telah mendapatkan penanganan medis dan dirujuk ke RSUD Mulia untuk perawatan lebih lanjut.

Yusuf mengungkapkan, informasi awal di lapangan menyebut aksi tersebut diduga dilakukan oleh KKB Kodap X Tolikara pimpinan Rambo Botak. Namun, dugaan tersebut masih didalami melalui keterangan saksi, barang bukti, dan hasil penyelidikan.

"Kami tidak ingin mendahului hasil penyelidikan. Identitas maupun pihak yang bertanggung jawab akan disampaikan setelah didukung alat bukti yang memadai," ujarnya.

Merespons kejadian itu, personel Polsek Illu yang dipimpin Kapolsek Illu IPTU Rajab Ilyas bersama personel Polres Tolikara dan Satgas Damai Cartenz-2026 langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dan memberikan penanganan awal kepada para korban.

Proses evakuasi berlangsung bertahap hingga Senin (3/8) dini hari dengan tetap mengutamakan keselamatan korban dan personel. Dalam proses tersebut, petugas sempat mengalami gangguan keamanan berupa kontak tembak dengan pihak yang belum teridentifikasi. Meski demikian, evakuasi tetap berjalan sesuai prosedur dengan mengedepankan keselamatan.

"Saat ini penyidik terus mengumpulkan barang bukti, memeriksa saksi, serta mendalami berbagai informasi untuk mengidentifikasi pelaku, mengungkap motif dan modus, serta memastikan pihak yang bertanggung jawab. Penentuan pasal yang disangkakan akan didasarkan pada hasil penyelidikan dan alat bukti yang diperoleh," bebernya.

Berdasarkan penyelidikan awal dan keterangan saksi, penyerangan terjadi saat para pekerja berada di lokasi proyek jalan di Distrik Kanggime. Penyidik masih terus mengembangkan kasus guna mengungkap pelaku dan motif penyerangan.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menegaskan bahwa aparat akan mengusut kasus tersebut secara menyeluruh sesuai ketentuan hukum. "Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Seluruh personel yang tergabung dalam Operasi Damai Cartenz-2026 bersama jajaran kewilayahan terus bekerja maksimal untuk mengungkap pelaku maupun motif di balik peristiwa ini. Seluruh proses penanganan dilakukan secara profesional, terukur, dan sesuai ketentuan hukum," ungkapnya. Ia menegaskan, keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan kejadian di wilayah operasi. "Selain melakukan penyelidikan, kami juga memprioritaskan evakuasi dan penanganan seluruh korban. Kami memastikan setiap perkembangan perkara ditangani secara akuntabel dengan tetap mengedepankan perlindungan masyarakat," tambahnya.

Satgas Damai Cartenz-2026 menegaskan siapa pun yang terbukti bertanggung jawab berdasarkan hasil penyelidikan dan alat bukti akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Masyarakat juga diimbau tidak menyebarkan informasi, foto, video, maupun dugaan identitas pelaku yang belum terverifikasi karena dapat mengganggu proses penyelidikan dan menimbulkan kesimpangsiuran informasi. Warga yang memiliki informasi terkait peristiwa tersebut diminta segera menyampaikannya kepada aparat kepolisian.

Satgas Damai Cartenz-2026 memastikan proses penyelidikan dan penegakan hukum akan terus dilakukan secara profesional dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat, perlindungan korban, serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban di Papua Pegunungan.(ron)