Lewati ke konten utama

Seorang Warga Ditikam dan Warung Kopi Dibakar di Yahukimo

Redaksi Fajar PapuaPenulis
09.12 WIT4 menit baca229 dibaca
Warga yang menjadi korban penikaman mendapatkan perawatan medis di RSUD Dekai. Di lokasi berbeda, sebuah warung kopi milik warga dibakar di Distrik Dekai, Yahukimo.
Warga yang menjadi korban penikaman mendapatkan perawatan medis di RSUD Dekai. Di lokasi berbeda, sebuah warung kopi milik warga dibakar di Distrik Dekai, Yahukimo.Foto / Papua
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Seorang warga berinisial IA (48) ditikam saat berada di kios miliknya di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis (17/9) malam. Pada waktu berbeda, sebuah warung kopi milik warga juga dibakar pada Jumat (18/9) dini hari.

Dua kejadian gangguan keamanan tersebut kini ditangani Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo. Polisi masih menyelidiki pelaku maupun motif di balik kedua kejadian tersebut.

Kasus penikaman terjadi sekitar pukul 18.40 WIT di Jalan Telkomsel, Kompleks Telkomsel, Distrik Dekai. Korban mengalami tiga luka tusuk, masing-masing dua luka pada lengan kiri dan satu luka pada rusuk sebelah kiri.

Korban telah mendapatkan penanganan medis dan masih menjalani perawatan di RSUD Dekai dalam kondisi sadar.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan, berdasarkan keterangan awal korban, penikaman terjadi ketika kondisi di sekitar lokasi sedang mati lampu.

Saat itu, seseorang datang ke kios korban dengan alasan hendak membeli dagangan. Ketika korban menghampiri, pelaku kemudian melakukan penikaman.

“Korban mengalami tiga luka tusuk, dua di antaranya pada bagian tangan atau lengan sebelah kiri dan satu luka pada bagian rusuk sebelah kiri. Korban sempat melihat ciri-ciri pelaku, di antaranya bertubuh kecil serta pakaian yang dikenakan,” ujar Yusuf dalam keterangannya kepada media, Jumat (18/9).

Polres Yahukimo telah menerbitkan Laporan Polisi Nomor LP/B/50/IX/2026/SPKT/Polres Yahukimo/Polda Papua, tertanggal 17 September 2026.

Personel gabungan kemudian melakukan penyelidikan awal dengan memeriksa korban dan saksi serta mendatangi lokasi kejadian.

Pada Jumat (18/9) siang, petugas juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan barang bukti dan memperjelas rangkaian kejadian.

“Dari hasil olah TKP, petugas telah mengidentifikasi sejumlah titik yang berkaitan dengan kejadian, termasuk posisi korban, posisi tiga orang yang berdasarkan keterangan korban diduga sebagai pelaku, serta sejumlah titik bercak darah,” kata Yusuf.

Dalam olah TKP tersebut, petugas juga mengamankan satu lembar baju lengan pendek sebagai barang bukti.

Penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengidentifikasi para pelaku dan memastikan rangkaian kejadian berdasarkan keterangan saksi, temuan di TKP, serta alat bukti lainnya.

Berdasarkan keterangan awal korban, terdapat tiga orang yang diduga terlibat dalam penikaman. Ketiganya disebut memiliki ciri-ciri bertubuh kecil dan mengenakan celana pendek.

Identitas ketiga orang tersebut hingga kini masih dalam proses penyelidikan.

Polisi juga masih mendalami informasi mengenai dugaan keterkaitan pelaku dengan kelompok bersenjata Kodap XVI Yahukimo. Informasi tersebut belum dapat dipastikan dan masih harus diverifikasi penyidik.

“Untuk informasi mengenai kemungkinan keterlibatan kelompok tertentu, masih kami dalami. Kami tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum keterangan saksi, temuan di TKP, dan bukti lainnya dapat dikonfirmasi oleh penyidik,” jelas Yusuf.

Warung Kopi Dibakar

Sementara itu, kejadian kedua berlangsung secara terpisah pada Jumat (18/9) sekitar pukul 02.15 WIT.

Sebuah warung kopi milik warga berinisial M (67) di Jalan Paradiso, Distrik Dekai, terbakar.

Pemilik warung mengaku saat berada di dalam rumah mendengar suara atau komunikasi dari arah luar. Ia kemudian melihat melalui jendela dan mendapati kios kecil yang berada di depan rumahnya telah terbakar.

Pemilik warung selanjutnya meminta bantuan warga sekitar untuk memadamkan api.

Saksi lain berinisial D (29) mengatakan, sebelum melihat api, dirinya mendengar suara orang berjalan yang diperkirakan berasal dari sekitar dua orang.

Tidak lama kemudian terdengar bunyi seng dari arah luar. Saat diperiksa, api telah menyala di bagian warung.

Informasi mengenai kejadian tersebut diterima petugas sekitar pukul 02.39 WIT. Personel gabungan Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo kemudian bergerak menuju lokasi sekitar pukul 02.45 WIT dan tiba sekitar pukul 02.50 WIT.

Saat petugas tiba, api telah berhasil dipadamkan warga. Akibat kejadian tersebut, bagian dinding kanan warung mengalami kerusakan.

Yusuf mengatakan, penyelidikan terhadap kedua perkara tersebut masih berlangsung. Polisi juga mengimbau masyarakat Kota Dekai dan Kabupaten Yahukimo tetap tenang, namun waspada dalam beraktivitas, terutama pada malam hari.

“Kedua perkara ini masih dalam proses penyelidikan. Penyidik masih melakukan pemeriksaan secara intensif untuk mengungkap kedua kasus tersebut,” katanya.

Masyarakat yang sudah tidak memiliki kegiatan di luar rumah juga diimbau menutup dan mengunci kios maupun tempat usaha dengan baik.

Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol Dr Faizal Ramadhani menegaskan, setiap gangguan keamanan yang berdampak terhadap masyarakat maupun fasilitas milik warga menjadi perhatian Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo.

“Kami memastikan setiap kejadian ditangani secara profesional, terukur, dan berdasarkan fakta serta alat bukti. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, menjaga kamtibmas, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terbukti kebenarannya,” ujar Faizal.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Adarma Sinaga menambahkan, personel gabungan terus melakukan langkah pengamanan di wilayah Dekai.

“Setiap informasi yang kami peroleh akan diverifikasi dan dicocokkan dengan hasil penyelidikan di lapangan. Kami juga terus melakukan langkah-langkah pengamanan untuk menjaga situasi di Dekai tetap kondusif dan memberikan rasa aman kepada masyarakat,” katanya.

Hingga kini, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo masih menyelidiki kasus penikaman dan pembakaran tersebut untuk mengungkap rangkaian kejadian serta pihak yang bertanggung jawab berdasarkan fakta dan alat bukti.

(ron)