Merauke, fajarpapua.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas B Merauke mengerahkan tim rescue untuk mencari dua warga yang dilaporkan hilang saat berburu di kawasan Hutan Semangga 40, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Jumat (18/9).
Dua warga tersebut diketahui merupakan ayah dan anak, yakni Agustap Injoroweri (55) dan anaknya Setoeiroi Injoroweri (11).
Keduanya dilaporkan hilang setelah masuk ke kawasan hutan untuk berburu.
Hingga Jumat malam, keduanya belum kembali ke lokasi kendaraan yang ditinggalkan di pinggir jalan dan keberadaan mereka belum diketahui.
Berdasarkan laporan yang diterima Basarnas Merauke dari Yohanes Bombong, kedua korban berangkat berburu sekitar pukul 06.00 WIT menggunakan kendaraan roda empat.
Sesampainya di kawasan Hutan Semangga 40, kendaraan diparkir di pinggir jalan. Selanjutnya, Agustap bersama anaknya berjalan masuk ke dalam kawasan hutan.
Namun hingga malam hari, keduanya tidak kunjung keluar dari hutan. Pihak keluarga yang khawatir kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor Basarnas Merauke pada pukul 21.45 WIT.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke langsung mengerahkan satu Tim Rescue yang terdiri dari delapan personel.
Tim diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 22.00 WIT dan diperkirakan tiba di lokasi sekitar pukul 23.05 WIT.
Lokasi kejadian diperkirakan berada pada koordinat 8°24'.989"S - 140°28'.769"E, atau sekitar 13,77 kilometer dengan radial 33,16 derajat arah timur laut dari Kantor Basarnas Merauke.
Perjalanan menuju lokasi diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 60 menit melalui jalur darat.
Dalam operasi pencarian tersebut, Basarnas Merauke berkoordinasi dengan sejumlah unsur potensi SAR, yakni BPBD Kabupaten Merauke, Polsek Tanah Miring, dan Babinsa Semangga.
Untuk mendukung pencarian, khususnya pada malam hari, tim rescue membawa sejumlah peralatan, di antaranya satu unit kendaraan D-Max, dua unit sepeda motor, satu unit drone thermal, telepon satelit, Handy Talky (HT), Handy GPS, serta perlengkapan pendukung pencarian lainnya.
Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah berawan, dengan arah angin dari timur hingga tenggara berkecepatan sekitar 10–30 kilometer per jam.
Basarnas Merauke menyatakan pencarian akan dilakukan secara maksimal dengan memanfaatkan teknologi drone thermal serta penyisiran kawasan hutan bersama unsur SAR gabungan.
Hingga berita ini diterbitkan, proses pencarian terhadap Agustap Injoroweri dan Setoeiroi Injoroweri masih berlangsung. Perkembangan operasi SAR akan disampaikan secara berkala. (red)







