Lewati ke konten utama

Viral Video Buruh Tanpa Baju Injak Beras Bulog, Begini Tanggapan Bulog Papua

Redaksi Fajar PapuaPenulis
15.54 WIT2 menit baca147 dibaca
Perum Bulog Papua saat melakukan pertemuan dengan PT Pelindo
Perum Bulog Papua saat melakukan pertemuan dengan PT PelindoFoto / JAYAPURA
Bagikan berita ini
Aa

Jayapura, fajarpapua.com – Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Papua menegaskan video viral yang memperlihatkan sejumlah buruh tanpa baju bermain-main, menginjak-injak dan tidur di atas beras bukan terjadi di gudang Bulog Papua, melainkan di atas kapal kargo KM Sinai saat proses pembongkaran muatan di Pelabuhan Jayapura.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Papua, Ahmad Mustari, mengatakan pihaknya menyayangkan aksi tidak etis yang dilakukan para pekerja tersebut karena tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dalam penanganan beras.

“Memang ada beredar videonya di media sosial maupun di Facebook. Mereka main-main beras, diinjak-injak, tidur di atas beras tanpa menggunakan baju. Ini sebenarnya sangat kami sayangkan karena tidak etis. Dapat saya sampaikan klarifikasi, kejadian tersebut bukan di gudang Bulog Kanwil Papua,” jelas Ahmad kepada wartawan di Jayapura, Senin (21/9/2026).

Ahmad menjelaskan, beras yang terlihat dalam video tersebut merupakan bagian dari beras Movnas (Move Nasional) asal DKI Jakarta dengan total volume sekitar 2.900 ton.

Saat peristiwa terjadi, proses pembongkaran muatan kapal telah memasuki hari terakhir sehingga masih terdapat sisa-sisa beras di dalam kapal.

“Beras sisa ini dikategorikan sebagai beras sweeping atau beras yang berasal dari karung yang bocor selama proses pengangkutan. Kami dari Bulog menegaskan aturan ketat terkait status beras ini, karena seluruh beras sweeping dilarang masuk ke gudang,” ujarnya.

Ia menegaskan seluruh beras yang masuk ke gudang resmi Bulog harus dipastikan dalam kondisi layak konsumsi dan memenuhi ketentuan yang berlaku. Beras hasil sweeping yang rusak atau kotor tidak akan diterima oleh Bulog.

Menurut Ahmad, penanganan sisa beras atau beras sweeping sepenuhnya menjadi tanggung jawab Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) untuk dilakukan penyortiran maupun penanganan lebih lanjut.

“PT Pelindo bertanggung jawab penuh dalam pelaksanaan bongkar muat di pelabuhan dan secara keseluruhan berada di bawah kendali Pelindo Jayapura selaku pelaksana resmi,” katanya.

Menyikapi aksi tidak etis para pekerja yang terekam dalam video tersebut, Bulog Kanwil Papua akan segera berkoordinasi dan menemui pimpinan PT Pelindo Jayapura.

Pertemuan tersebut dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan di lapangan sekaligus memastikan proses bongkar muat dan penanganan beras tetap berjalan sesuai prosedur keselamatan, kebersihan dan ketentuan yang berlaku. (hsb)