Lewati ke konten utama

Kapendam Cenderawasih Pastikan OPM Serang Dua Lokasi Proyek di Tolikara, Ini Identitas Para Korban

Redaksi Fajar PapuaPenulis
10.43 WIT2 menit baca211 dibaca
Aparat TNI saat melakukan pengejaran terhadap kelompok pelaku penyerangan.
Aparat TNI saat melakukan pengejaran terhadap kelompok pelaku penyerangan.Foto / Papua
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto memastikan Kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) bertanggung jawab atas aksi penembakan yang mengakibatkan lima pekerja proyek meninggal dunia di kawasan Kali Kabur, Distrik Woniki, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Minggu (2/8/2026).

Kapendam mengatakan, berdasarkan hasil investigasi dan verifikasi lapangan yang dilakukan aparat gabungan TNI-Polri, aksi penyerangan dilakukan oleh OPM Front Bersenjata pimpinan Serius Wanimbo alias Joni Wanimbo alias Botak Wanimbo bersama kelompok Teranus Enumbi. Dalam waktu yang hampir bersamaan, kelompok tersebut menyerang dua lokasi proyek berbeda di kawasan Kali Kabur.

Pada penyerangan terhadap pekerja PT Sutan Harauli Jaya (PT SHJ) yang mengerjakan proyek jalan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wamena, empat pekerja meninggal dunia, yakni Arman Sibarani, Erlin Aritonang, Barengga (Orang Asli Papua/OAP), dan Alfonds. Sementara sejumlah pekerja lainnya berhasil menyelamatkan diri dengan melarikan diri ke Distrik Kanggime dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak perusahaan.

Selain itu, kelompok yang sama juga menyerang Camp Treaser milik PT Nirwana yang mengerjakan proyek jalan APBD Kabupaten Tolikara. Dalam insiden tersebut, Alfons Defonsius Reyaan meninggal dunia, Joel Jeriko Marathon Diora Naibaho mengalami luka akibat rekoset di telinga kiri, sedangkan Supredo Ulipi berhasil selamat.

"Seluruh rangkaian kejadian ini menunjukkan adanya pola serangan yang secara sengaja menyasar pekerja sipil yang sedang melaksanakan pembangunan infrastruktur pemerintah. Tindakan tersebut merupakan aksi teror yang mengancam keselamatan masyarakat serta menghambat pembangunan di Papua," kata Kolonel Inf Tri Purwanto.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, aparat gabungan TNI-Polri bergerak cepat mengevakuasi para korban sekaligus mengamankan lokasi kejadian. Personel dari Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 511/DY, Koramil Kanggime, Polsek Ilu, dan unsur terkait diterjunkan ke lokasi meski harus menghadapi medan yang berat serta potensi ancaman dari kelompok bersenjata.

Kapendam menegaskan, hingga saat ini aparat keamanan masih terus melakukan pengejaran terhadap kelompok pelaku sekaligus memperkuat pengamanan di wilayah sekitar guna mencegah terjadinya aksi lanjutan.

"Kami mengecam keras tindakan kekerasan terhadap masyarakat sipil yang sedang bekerja membangun akses bagi kesejahteraan masyarakat Papua. Aparat TNI bersama Polri akan terus bersinergi menjaga stabilitas keamanan, memberikan perlindungan kepada masyarakat, serta memastikan setiap proses pembangunan dapat berjalan dengan aman," tegasnya.

Kodam XVII/Cenderawasih menegaskan komitmennya untuk terus hadir bersama masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah, mendukung kelancaran pembangunan nasional di Tanah Papua, serta memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai fondasi terciptanya Papua yang aman, damai, dan sejahtera.(ron)