Lewati ke konten utama

Ketergantungan pada Tambang Jadi Tantangan Ekonomi Mimika, Bupati Rettob: PDRB Tinggi Harus Diimbangi Diversifikasi Usaha

Redaksi Fajar PapuaPenulis
MustofaEditor
14.30 WIT2 menit baca96 dibaca
Bupati  Mimika, Johannes Rettob
Bupati Mimika, Johannes RettobFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Bupati Mimika Johannes Rettob menilai ketergantungan ekonomi Kabupaten Mimika terhadap sektor pertambangan masih menjadi tantangan utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Meski memiliki nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang termasuk tertinggi di Indonesia, pertumbuhan ekonomi Mimika dinilai rentan ketika sektor pertambangan mengalami penurunan.

Saat memberikan sambutan pada pelantikan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Mimika, pekan lalu, Bupati Rettob mengatakan sekitar 80 persen pendapatan daerah masih bergantung pada sektor pertambangan.

Kondisi tersebut membuat laju pertumbuhan ekonomi Mimika sangat dipengaruhi oleh dinamika industri tambang.

"Di Mimika ini tercatat pertumbuhan ekonominya cukup rendah. Kenapa? Karena pendapatan APBD Kabupaten Mimika itu sangat tergantung, 80 persen ada pada sektor pertambangan. Jadi kalau sektor pertambangan mengalami penurunan, pertumbuhan ekonomi kita memang ikut rendah," ujarnya.

Menurut Bupati Rettob, Pemerintah Kabupaten Mimika terus mendorong penguatan sektor-sektor ekonomi di luar pertambangan agar struktur ekonomi daerah menjadi lebih seimbang dan berkelanjutan.

Ia berharap ke depan kontribusi sektor nonpertambangan dapat meningkat sehingga ketergantungan terhadap industri tambang semakin berkurang.

"Kalau misalnya kita bisa sampai pada 50-50 persen dari sektor-sektor lain, pasti pertumbuhan ekonomi kita akan jauh lebih baik," katanya.

Meski demikian, Bupati Rettob menegaskan Mimika memiliki potensi ekonomi yang sangat besar.

Hal itu tercermin dari tingginya nilai PDRB yang menjadikan Mimika sebagai salah satu daerah dengan PDRB terbesar di Indonesia.

"Artinya kita punya potensi yang luar biasa. Tinggal bagaimana kita bisa berkolaborasi dan bekerja sama dengan baik supaya Mimika ini terus naik. PDRB Kabupaten Mimika ini salah satu yang tertinggi di Indonesia. Artinya peredaran uang di Kabupaten Mimika sangat tinggi," ungkapnya.

Sebagai upaya memperkuat ekonomi daerah, pemerintah terus mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Saat ini jumlah pelaku UMKM di Kabupaten Mimika telah mencapai sekitar 850 usaha dan terus berkembang.

Menurutnya, sejumlah produk UMKM Mimika kini telah berhasil menembus pasar nasional dan internasional.

Bupati Rettob juga menegaskan pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, pengangguran, dan stunting serta peningkatan angka harapan hidup.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Mimika juga melakukan reformasi birokrasi untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat dan dunia usaha.

Salah satunya dengan mempercepat proses penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang kini dapat diselesaikan dalam waktu sekitar lima menit, sementara perizinan lainnya ditargetkan selesai tidak lebih dari satu jam.

Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong tumbuhnya investasi serta memperkuat sektor ekonomi nonpertambangan sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi Mimika yang lebih stabil di masa mendatang. (mas)