Lewati ke konten utama

Doa Bersama Lintas Iman, TP PKK Mimika Perkuat Toleransi dan Semangat Pelayanan Keluarga

Redaksi Fajar PapuaPenulis
MustofaEditor
15.23 WIT3 menit baca60 dibaca
Doa bersama lintas iman TP PKK Mimika
Doa bersama lintas iman TP PKK MimikaFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Semangat kebersamaan dan toleransi mewarnai awal Juli di Kabupaten Mimika melalui kegiatan doa bersama lintas iman yang diselenggarakan Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Mimika di PAUD Kasih Amuro, Sabtu (4/7).

Kegiatan yang diprakarsai Pokja I TP PKK Mimika tersebut menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antarumat beragama sekaligus memperkuat komitmen dalam menjalankan pelayanan kepada masyarakat.

Para pengurus TP PKK Mimika tampak kompak mengenakan batik bernuansa cokelat. Kegiatan berlangsung dalam dua sesi, yakni ibadah bagi umat Kristiani dan pengajian bagi umat Muslim yang diikuti pengurus TP PKK bersama Majelis Taklim dengan penuh khidmat.

Mengawali kegiatan, Ketua Bidang Pokja I TP PKK Mimika, Ny. Axamina Kotouki, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Almarhumah Valentina Gabriela Rettob, kakak dari Bupati Mimika Johannes Rettob.

Ia juga menyampaikan pesan Ketua TP PKK Mimika, Ny. Susana Suzy Rettob, yang berhalangan hadir karena masih dalam suasana duka.

Dalam pesannya, Suzy Rettob mengajak seluruh pengurus menjadikan bulan Juli sebagai awal membangun semangat baru dengan mengedepankan rasa saling menghormati, saling mendukung, dan menjaga kekompakan dalam organisasi.

"Memasuki bulan yang baru, mari kita tinggalkan hal-hal yang telah berlalu dan memulai dengan semangat baru, saling menghargai, serta memperkuat kebersamaan dalam menjalankan tugas pelayanan," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kehadiran Majelis Taklim yang dinilai menjadi bukti nyata keharmonisan serta toleransi antarumat beragama di Kabupaten Mimika.

Menurutnya, seluruh pengurus TP PKK memiliki tanggung jawab yang sama untuk melayani masyarakat. Karena itu, komunikasi yang baik dan kebersamaan menjadi modal utama dalam menyukseskan berbagai program pemberdayaan keluarga.

Dalam kesempatan tersebut, Pastor Peter Jhon, SJ, mengajak seluruh pengurus menjadikan persaudaraan yang terjalin tidak hanya sebatas kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan dalam hubungan yang tulus, saling menguatkan, dan membawa manfaat bagi masyarakat.

Ia menegaskan peran TP PKK tidak hanya sebatas memberikan bantuan, tetapi juga mendorong pemberdayaan keluarga agar mampu meningkatkan kesejahteraan secara mandiri.

Salah satu contoh sederhana yang dapat dilakukan adalah mengembangkan budidaya tanaman kelor sebagai sumber pangan bergizi sekaligus memiliki nilai ekonomi.

"Melalui pemberdayaan keluarga, kita ikut menjaga martabat manusia. Kehidupan rohani menjadi penting, tetapi kepedulian kepada sesama juga menjadi bagian dari pelayanan," katanya.

Pastor Peter menambahkan, TP PKK memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah sekaligus jembatan bagi masyarakat dalam membangun kehidupan yang lebih sejahtera.

Sementara itu, Ustaz Ahmad Sofyan mengingatkan pentingnya membangun setiap aktivitas dengan niat yang tulus serta menjaga ukhuwah di tengah keberagaman.

Ia mengajak seluruh peserta untuk terus merawat persaudaraan tanpa memandang perbedaan agama maupun latar belakang.

"Semoga kebersamaan ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini saja, tetapi terus terjalin dalam kehidupan sehari-hari melalui saling menyapa, saling menghormati, dan saling mendoakan," tuturnya.

Melalui doa bersama lintas iman tersebut, TP PKK Mimika berharap nilai-nilai persatuan, toleransi, dan semangat pelayanan terus tumbuh sebagai fondasi dalam mendukung berbagai program pemberdayaan keluarga serta mewujudkan masyarakat Mimika yang harmonis dan sejahtera. (moa)