Timika, fajarpapua.com – Warga binaan Lapas Kelas IIB Timika yang tergabung dalam Sanggar Prison Gold Amungsa kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Timika Inside Festival of Art (TIFA) 2026 tingkat Provinsi Papua Tengah.
Keikutsertaan ini menjadi bukti nyata bahwa program pembinaan di Lapas tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter, tetapi juga mengembangkan potensi seni, budaya, dan kreativitas warga binaan.
Partisipasi dalam TIFA 2026 merupakan kali ketiga bagi Sanggar Prison Gold Amungsa mengikuti festival seni tahunan tersebut.
Sebanyak 11 warga binaan yang terlibat telah memenuhi seluruh tahapan pembinaan, baik administratif maupun substantif melalui mekanisme Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) berdasarkan Surat Nomor WP.30.PAS.8-PK.05.05-114 tertanggal 17 Juni 2026.
Selama mengikuti kegiatan, para warga binaan didampingi dua petugas Lapas yang juga berperan sebagai pelatih sekaligus penari.
Festival yang berlangsung pada 2–4 Juli 2026 di kawasan Pelataran Gedung Eme Neme Yauware, Timika, diikuti dengan tetap mengedepankan aspek keamanan, ketertiban, serta koordinasi bersama pihak penyelenggara dan pimpinan Lapas.
Dalam ajang tersebut, Sanggar Prison Gold Amungsa mengikuti sejumlah kategori lomba, di antaranya Tari Yospan (Yosim Pancar), Tari Kreasi, Talingkar Cinta (Anyam Rambut), Model Catwalk, dan Papua Plus Size.
Hasilnya, para warga binaan berhasil membawa pulang sejumlah penghargaan, yakni Juara III Talingkar Cinta (Anyam Rambut) diraih oleh Ana Alom, Juara I Papua Plus Size Kategori Catwalk Terbaik diraih oleh Stringer Natalia Murmana, Juara II Umum Papua Plus Size diraih oleh Stringer Natalia Murmana, Juara Papua Culture Week Kategori Model Duta Pariwisata diraih oleh Rohan Corneles Suruan dan Juara IV (Harapan I) Tari Yospan diraih oleh Grup Tari Prison Gold Amungsa.
Keberhasilan tersebut menjadi cerminan efektivitas program pembinaan yang dijalankan Lapas Kelas IIB Timika melalui pendekatan seni dan budaya.
Selain meningkatkan keterampilan dan rasa percaya diri warga binaan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari proses reintegrasi sosial agar mereka dapat kembali diterima di tengah masyarakat.
Pihak Lapas berharap partisipasi dalam kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai sarana pembinaan yang produktif sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada pembinaan dan perubahan perilaku. (mas)














