Timika, fajarpapua.com – Perburuan terhadap pelaku penembakan Pilot PT Associated Mission Aviation (AMA), Capt. Nicholas F. Gosselin, memasuki babak baru.
Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026 resmi menetapkan tujuh orang dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) yang diduga menjadi aktor utama di balik penembakan sang pilot serta pembakaran pesawat Pilatus PK-RCY di Lapangan Terbang (Lapter) Balinggama, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Penetapan tujuh DPO tersebut diumumkan dalam konferensi pers di Markas Satgas Operasi Damai Cartenz, Jalan Agimuga, Mile 32, Kabupaten Mimika, Rabu (8/7).
Aparat menegaskan pengejaran terhadap para pelaku akan terus dilakukan hingga seluruhnya berhasil ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
Kasatgas Gakkum Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. I Gusti Gede Era Adhinata, mengatakan identitas para pelaku berhasil diungkap setelah penyidik melakukan serangkaian penyelidikan intensif, olah tempat kejadian perkara (TKP), serta pengumpulan alat bukti.
Tujuh orang yang telah ditetapkan sebagai DPO yakni Maromi Balingga, Ardi alias Adiel Bahabol, Laloho Sobolim, Dani Amohoso, Nason Sobolim, Kornius Balingga, dan Sita Pahabol.
"Penyidik akan terus melakukan pengejaran dan penegakan hukum terhadap para pelaku yang telah teridentifikasi sesuai ketentuan yang berlaku," tegas Era.
Meski tujuh nama telah masuk dalam daftar buronan, penyidik menyebut penyelidikan belum berhenti.
Belasan orang lainnya masih didalami karena diduga turut terlibat dalam aksi yang menewaskan Pilot Capt. Nicholas F. Gosselin dan membakar pesawat AMA.
Kelompok tersebut diperkirakan beranggotakan sekitar 15 orang dengan persenjataan berupa senjata api laras panjang, senjata api pendek, hingga senjata rakitan.
Sementara itu, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, mengungkapkan hasil olah TKP menunjukkan pesawat Pilatus PC-6/B2-H4 Turbo Porter registrasi PK-RCY mengalami kerusakan sangat parah akibat terbakar.
Sekitar 90 persen badan pesawat hangus, dengan titik kerusakan terberat berada di bagian tengah badan pesawat.
Dari lokasi kejadian, aparat mengamankan sejumlah barang bukti penting berupa bangkai pesawat yang terbakar, serpihan badan pesawat, abu, satu selongsong peluru kaliber 5,56 milimeter, serta sampel tanah yang kini tengah diperiksa di Laboratorium Forensik.
Penyisiran di sekitar Lapter Balinggama juga mengungkap temuan lain yang menjadi petunjuk penting penyidikan. Tim menemukan sebuah honai yang diduga dijadikan markas kelompok bersenjata dengan papan bertuliskan "Markas Komando Daerah Militer TPNPB Kodap 7 Balinggama."
Di dalam honai tersebut, petugas menyita berbagai barang bukti, mulai dari atribut kelompok, pakaian loreng, sangkur, tas berisi dokumen identitas, dua bilah parang, satu senapan angin, kamera, tripod, kartu SIM, sejumlah kartu memori telepon seluler dan kamera, noken, hingga dua kotak obat.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz juga memastikan proses pengejaran terhadap tujuh DPO akan terus dilakukan secara profesional, terukur, dan sesuai prosedur hukum.
Masyarakat juga diimbau tetap tenang, tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, serta mendukung upaya aparat dalam menjaga keamanan di Papua.
Dengan penetapan tujuh DPO ini, penyidikan kasus penembakan Pilot Capt. Nicholas F. Gosselin dan pembakaran pesawat AMA PK-RCY memasuki tahap baru. Satgas Operasi Damai Cartenz menegaskan seluruh pihak yang terbukti terlibat akan dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku.(ron)














