Lewati ke konten utama

Selongsong Peluru yang Diduga Ditembakkan ke Pilot Capt. Nicholas Ditemukan, Bukti Penting Tragedi Pesawat AMA Air di Yahukimo

Redaksi Fajar PapuaPenulis
MustofaEditor
17.04 WIT3 menit baca158 dibaca
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo, didampingi Kasatgas Gakkum Kombes Pol I Gusti Era Adinata
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo, didampingi Kasatgas Gakkum Kombes Pol I Gusti Era AdinataFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz 2026 menemukan satu selongsong peluru kaliber 5,56 milimeter yang diduga merupakan proyektil yang digunakan pelaku saat menembak hingga menewaskan Pilot Capt. Nicholas F. Gosselin dalam insiden pembakaran Pesawat AMA Air PK-RCY di Lapangan Terbang Ipedehik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Temuan tersebut menjadi salah satu barang bukti penting hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan personel Satgas Ops Damai Cartenz usai proses evakuasi jenazah pilot oleh TNI.

Hasil olah TKP dan penyisiran di wilayah Balinggama disampaikan Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo, didampingi Kasatgas Gakkum Kombes Pol I Gusti Era Adinata, di Mako Batalyon B Brimob Polda Papua Tengah, Mile 32 Timika, Rabu (8/7).

Kombes Yusuf menjelaskan, selain menemukan selongsong peluru kaliber 5,56 mm, tim juga mengamankan sejumlah barang bukti lain berupa bangkai pesawat yang hangus terbakar, sisa abu dan arang kebakaran, serpihan badan pesawat, serta sampel tanah di sekitar lokasi untuk kepentingan pemeriksaan laboratorium forensik.

"Kami menemukan barang bukti pesawat yang terbakar beserta abu, dan yang tidak kalah penting adalah satu selongsong peluru kaliber 5,56 milimeter," ujar Yusuf.

Ia mengatakan, hasil olah TKP menunjukkan pesawat mengalami kerusakan sangat parah akibat dibakar, dengan tingkat kerusakan mencapai sekitar 90 persen.

"Posisi pesawat masih mengarah ke landasan pacu, namun kondisi badan pesawat telah terbakar sekitar 90 persen dengan bagian tengah menjadi area yang paling parah," katanya.

Menurut Yusuf, olah TKP baru dapat dilakukan sehari setelah evakuasi jenazah karena terkendala kondisi cuaca ekstrem dan medan pegunungan yang sulit dijangkau.

"Cuaca di lokasi sangat terbatas. Kabut biasanya hanya terbuka sekitar pukul 06.00 hingga 08.00 WIT, setelah itu kembali tertutup sehingga menyulitkan proses olah TKP maupun mobilisasi personel," jelasnya.

Temukan Honai Markas KKB

Usai olah TKP, tim gabungan melanjutkan penyisiran di sekitar lokasi dan menemukan sebuah honai yang diduga dijadikan markas kelompok bersenjata.

Di lokasi tersebut, petugas menemukan berbagai barang bukti, di antaranya sebuah bendera Bintang Kejora, parang, sangkur, senapan angin, kartu anggota TPNPB, kartu SIM telepon seluler, hingga kamera.

"Di depan honai terdapat tulisan 'Markas Komando Daerah Militer TPNPB Kodap VII Balinggama'. Di lokasi juga ditemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok tersebut," ungkap Yusuf.

Dalam penyisiran, personel Satgas juga memperoleh keterangan dari masyarakat setempat.

Warga mengaku sempat mengingatkan kelompok pelaku agar tidak melakukan aksi kekerasan di wilayah mereka.

Menurut Yusuf, masyarakat menyadari keberadaan penerbangan AMA Air sangat penting karena menjadi jalur distribusi logistik, bahan makanan, serta pelayanan kemanusiaan dan keagamaan bagi masyarakat pedalaman.

"Masyarakat menyampaikan mereka sebenarnya sudah mengingatkan pelaku agar tidak melakukan aksi kejahatan di wilayah tersebut karena mereka menginginkan situasi tetap aman. Mereka tahu jika pesawat tidak lagi datang, pasokan bahan makanan akan terganggu. AMA Air memiliki misi kemanusiaan dan keagamaan," katanya.

Selain mengumpulkan barang bukti, Satgas Ops Damai Cartenz juga mengaku telah mengantongi identitas sejumlah terduga pelaku yang diduga terlibat bersama pimpinan kelompok M Balingga dalam aksi pembakaran pesawat dan pembunuhan pilot tersebut.

Yusuf menegaskan seluruh hasil olah TKP dan penyisiran akan menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan guna mengungkap secara menyeluruh kronologi serta pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam kasus tersebut. (ron)