Lewati ke konten utama

Diburu Selama Lima Bulan, DPO Penyuplai Amunisi KKB Kodap Yalimo dan Yahukimo Ditangkap di Jayapura

Redaksi Fajar PapuaPenulis
MustofaEditor
19.44 WIT2 menit baca364 dibaca
Tampak personil Satgas ODC saat menangkap tersangka AG, selama lima bulan di Jayapura.
Tampak personil Satgas ODC saat menangkap tersangka AG, selama lima bulan di Jayapura.Foto / JAYAPURA
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz (Satgas ODC) 2026 kembali mencatat keberhasilan dalam upaya penegakan hukum terhadap jaringan pemasok senjata dan amunisi bagi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Seorang pria berinisial AG, yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), berhasil ditangkap di Jayapura setelah menjadi buronan selama lima bulan.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, mengatakan AG diamankan pada Selasa (7/7) saat hendak melakukan perjalanan ke luar daerah.

"Pelaku diamankan kemarin saat akan melakukan perjalanan keluar. Jadi kami melakukan penangkapan terlebih dahulu," ujar Yusuf dalam konferensi pers di Mako Batalyon B Brimob Polda Papua Tengah, Mile 32, Timika, Rabu (8/7).

Menurut Yusuf, AG diduga merupakan bagian dari jaringan yang berafiliasi dengan kelompok bersenjata di wilayah Kodap Yalimo dan Yahukimo.

Saat ini penyidik masih terus mendalami keterlibatan pelaku dengan jaringan lainnya.

"Pelaku diduga memiliki keterkaitan dengan kelompok Yahukimo dan Yalimo, dan kasus ini masih terus kami kembangkan," katanya.

Sementara itu, Kasatgas Gakkum Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. I Gusti Era Adinata, mengungkapkan bahwa AG telah menjadi target pencarian aparat selama sekitar lima bulan sejak ditetapkan sebagai DPO.

"Pelaku ini sudah kami cari selama lima bulan dan berhasil kami amankan kemarin di Jayapura," ujarnya.

Ia menjelaskan, AG diduga merupakan bagian dari jaringan Simon Payage, yang sebelumnya telah lebih dahulu diamankan dalam pengungkapan kasus serupa di Yahukimo.

"Pelaku ini memiliki hubungan dengan Simon Payage yang sebelumnya telah kami amankan di Yahukimo," jelas Era.

Dari pengungkapan jaringan tersebut, aparat sebelumnya telah menyita berbagai barang bukti berupa 298 butir amunisi, terdiri atas 10 butir kaliber 9 mm, 36 butir kaliber 7,62 mm, dan 252 butir kaliber 5,56 mm.

Selain itu, polisi juga mengamankan empat magazen SS1, satu senjata api rakitan, serta enam laras senjata api bekas.

"Melalui pengungkapan jaringan ini, kami telah mengamankan ratusan butir amunisi beserta senjata rakitan sebagai barang bukti," katanya.

Satgas Operasi Damai Cartenz menegaskan akan terus melakukan penyelidikan dan penindakan terhadap seluruh jaringan pemasok senjata maupun amunisi yang mendukung aktivitas KKB di Papua.

"Komitmen kami tidak pernah berhenti. Penyelidikan terhadap jaringan-jaringan KKB akan terus dilakukan di mana pun mereka berada," tegasnya.(ron)