Lewati ke konten utama

Satgas Pasgat Gagalkan Penyelundupan 670 Gram Ganja dari Bandar Sentani Tujuan Sorong

Redaksi Fajar PapuaPenulis
FanEditor
20.28 WIT2 menit baca134 dibaca
Barang bukti ganja yang berhasil diamankan
Barang bukti ganja yang berhasil diamankanFoto / JAYAPURA
Bagikan berita ini
Aa

Jayapura, fajarpapua.com - Satuan Tugas Pasukan Gerak Cepat Pengamanan Perbatasan RI-PNG (Satgas Pasgat Pamtas RI-PNG) menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis ganja melalui jalur udara di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

Pengungkapan tersebut dilakukan pada Sabtu (11/7/2026) setelah petugas mencurigai sebuah paket kardus saat pemeriksaan menggunakan mesin X-Ray IAS Cargo Bandara Sentani.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan, kecurigaan petugas muncul saat melihat sebuah paket yang dibungkus rapi.

“Penyelundupan ini berhasil digagalkan berkat kejelian petugas bandara dan prajurit Satgas Pasgat Pamtas RI-PNG saat melakukan pemeriksaan rutin menggunakan mesin X-Ray IAS Cargo,” kata Lucky dalam keterangannya.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan pembongkaran bersama, petugas menemukan 50 paket ganja kering dengan berat total 670 gram. Ganja tersebut disembunyikan di dalam lipatan sejumlah pakaian untuk mengelabui petugas.

“Prajurit TNI di perbatasan tidak hanya menjaga patok negara, tetapi juga melindungi generasi bangsa dari ancaman narkoba,” ujarnya.

Berdasarkan data manifest pengiriman Lion Parcel dengan nomor resi 11LP178365133204, paket tersebut dikirim oleh seseorang berinisial A.S yang beralamat di Jalan Pasar Lama Abepura, Jayapura.

Paket itu rencananya dikirim menggunakan penerbangan JT 789 - JT 941 menuju Sorong, Papua Barat Daya, dengan penerima berinisial R-H yang beralamat di sekitar Kompleks RRI Sorong.

Usai penemuan tersebut, Danpos Jayapura Satgas Pasgat Pamtas RI-PNG langsung berkoordinasi dengan pihak GM Cargo IAS dan KP3 Bandara Sentani untuk mengamankan barang bukti serta menindaklanjuti proses hukum.

Lucky menyebut pengungkapan ini memiliki arti penting bagi keamanan nasional. Berdasarkan analisis intelijen, pihaknya menduga penyelundupan ganja tersebut berpotensi berkaitan dengan upaya pendanaan logistik kelompok separatis.

“Dana dari bisnis haram ini diduga kuat digunakan untuk mendukung logistik dan pergerakan organisasi yang merongrong kedaulatan NKRI di wilayah operasi,” katanya.

Ia menambahkan, penggunaan jalur kargo udara menunjukkan adanya upaya memanfaatkan celah dalam sistem distribusi barang di bandara. Namun, kesiapsiagaan petugas berhasil menggagalkan upaya tersebut.

Satgas Pasgat Pamtas RI-PNG menegaskan akan terus memperketat pengawasan di wilayah perbatasan dan jalur distribusi guna mencegah peredaran narkoba serta ancaman terhadap keamanan negara. (hsb)