Lewati ke konten utama

Yonif 754/ENK Resmi Jadi Markas Drone TNI di Papua, Perkuat Operasi dan Pengawasan Satgas

Redaksi Fajar PapuaPenulis
MustofaEditor
16.05 WIT2 menit baca435 dibaca
Panglima TNI didampingi Menhan saat meresmikan Gedung Centralized Drone Command Center TNI di  Yonif 754/ENK di Timika
Panglima TNI didampingi Menhan saat meresmikan Gedung Centralized Drone Command Center TNI di Yonif 754/ENK di TimikaFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Yonif 754/Eme Neme Kangasi (ENK) resmi menjadi markas pusat pengendalian drone (Centralized Drone Command Center) TNI di Papua.

Hal ini setelah Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin meresmikan fasilitas tersebut di Timika, Papua Tengah, Minggu (5/7) lalu.

Peresmian ini menandai babak baru modernisasi pertahanan Indonesia di wilayah timur. Gedung Centralized Drone Command Center dibangun sebagai pusat komando dan pengendalian kendaraan nirawak (drone) untuk mendukung operasi Satuan Tugas (Satgas) TNI di Papua secara lebih efektif, cepat, dan terintegrasi.

Selain meresmikan fasilitas tersebut, Panglima TNI juga menganugerahkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) kepada 23 prajurit TNI sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, keberanian, dan pengabdian mereka dalam menjalankan tugas negara.

Keberadaan markas drone di Yonif 754/ENK menjadikan satuan tersebut sebagai pusat operasi teknologi nirawak TNI di Papua.

Secara operasional, fasilitas ini berada di bawah kendali Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III yang bermarkas di Timika.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Muhammad Nas menjelaskan, pembangunan Centralized Drone Command Center merupakan bagian dari transformasi pertahanan yang mengedepankan pemanfaatan teknologi modern untuk meningkatkan efektivitas pengawasan dan mendukung pengambilan keputusan secara cepat di lapangan.

Melalui pusat komando ini, armada drone TNI dapat dikendalikan secara terpusat untuk melakukan pemantauan wilayah operasi secara real-time.

Drone yang digunakan juga telah dilengkapi kamera infrared (inframerah) atau sensor termal yang mampu mendeteksi panas tubuh manusia, bahkan di kawasan hutan lebat maupun pada malam hari.

Teknologi tersebut diyakini akan memperkuat kemampuan intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR) TNI, sekaligus mempersempit ruang gerak kelompok bersenjata yang selama ini memanfaatkan medan hutan Papua sebagai tempat persembunyian.

Pembangunan markas drone di Yonif 754/ENK menjadi bukti komitmen TNI dan Kementerian Pertahanan dalam mempercepat modernisasi sistem pertahanan nasional, khususnya di Papua.

Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan operasional prajurit sekaligus memperkuat pengamanan wilayah strategis dan menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (mas)