Timika, fajarpapua.com - Empat coolbox milik empat nelayan yang dilaporkan hilang saat melaut di Muara Atuka Perairan Mimika pada 27 Juni 2026 lalu ditemukan oleh nelayan di wilayah Kaimana.
Temuan tersebut menjadi informasi terbaru setelah operasi pencarian terhadap para nelayan sebelumnya telah dihentikan sesuai prosedur.
Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga SAR Timika, Charles Y. Batlajery mengatakan, anggota Basarnas di Pos SAR Kaimana telah menemui nelayan yang menemukan empat coolbox tersebut.
"Kemarin anggota SAR di Pos Kaimana sudah bertemu dengan nelayan yang menemukan coolbox. Dari foto yang kami kirim kepada pemilik, mereka memastikan coolbox itu milik longboat yang hilang," kata Charles dikonfirmasi fajarpapua.com, Kamis (9/7/2026).
Menurut dia, informasi penemuan itu juga telah disampaikan kepada pihak keluarga para nelayan. Dikatakan, keluarga menyampaikan terima kasih atas informasi yang diberikan. Meski operasi pencarian telah ditutup sesuai standar operasional prosedur (SOP), Basarnas masih terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, nelayan, warga serta Pos SAR Kaimana untuk memantau apabila ada perkembangan baru.
"Keluarga sudah kami beritahu. Mereka menyampaikan terima kasih. Secara SOP pencarian sudah selesai, tetapi kami masih berkomunikasi dengan TNI, Polri, masyarakat, dan Basarnas Pos Kaimana untuk melakukan pengecekan," ujarnya.
Charles menjelaskan, Basarnas tidak dapat menyimpulkan kondisi keempat nelayan tersebut karena hingga kini belum ada informasi yang dapat memastikan keberadaan mereka.
"Kami tidak bisa berbicara kemungkinan bagaimana kondisi mereka. Kami hanya melakukan pencarian langsung selama tujuh hari, kemudian pencarian tidak langsung melalui koordinasi dengan nelayan dan masyarakat," katanya lagi.
Ia juga menegaskan, penyebab para nelayan beserta longboat mereka bisa hilang hingga kini belum dapat dipastikan. "Kondisi ini tidak bisa kami gambarkan kenapa bisa demikian. Yang jelas longboat hilang kontak tanggal 24 Juni, kami terima laporan tanggal 27 Juni," ucapnya.
Dilaporkan, satu unit longboat bermesin ganda 40 PK dan 15 PK dengan empat orang penumpang berangkat dari Pelabuhan Pomako menuju Muara Atuka pada Selasa, 23 Juni 2026 sekitar pukul 14.00 WIT untuk menjaring ikan.
Pada Rabu, 24 Juni 2026, salah seorang awak longboat sempat menghubungi keluarga dan menyampaikan bahwa mereka berencana kembali pada Kamis, 25 Juni 2026. Namun hingga waktu yang dijanjikan, longboat tersebut tidak kunjung kembali.
Merasa khawatir, pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika pada Sabtu, 27 Juni 2026 sekitar pukul 07.34 WIT dan meminta bantuan pencarian.
Lokasi kejadian berada di Perairan Mimika, tepatnya di sekitar Muara Atuka dengan titik koordinat 4°50'38.64" LS dan 136°31'32.30" BT, berjarak sekitar 15,34 mil laut dari Dermaga SAR Timika.
Selama operasi berlangsung, Tim SAR melakukan koordinasi dengan Lanud Yohanis Kapiyau Timika untuk melaksanakan pencarian melalui udara. Namun upaya tersebut tidak dapat dilakukan karena cuaca buruk yang tidak memungkinkan pesawat melakukan penyisiran.
Sementara itu, satu unit Rigid Buoyancy Boat (RBB) 600 PK bersama kendaraan operasional, peralatan komunikasi, HP satelit, handy talky, perlengkapan medis, dan peralatan pendukung lainnya disiagakan untuk mendukung operasi pencarian dan evakuasi apabila korban ditemukan.
Operasi SAR melibatkan 13 personel Kantor SAR Timika bersama unsur Lanud Yohanis Kapiyau, Lanal Timika, Polres Mimika, Polairud, serta keluarga korban.
Adapun empat nelayan yang hingga kini masih dinyatakan hilang adalah: Holman Limbe, Jhon, Rohman dan Mail.
Hingga hari ketujuh pencarian, tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan para korban maupun longboat yang mereka gunakan.(fan)














