Timika, fajarpapua.com – Harapan ratusan generasi muda Papua untuk menempuh pendidikan tinggi melalui program beasiswa Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) segera mencapai titik penentuan.
YPMAK dijadwalkan akan segera mengumumkan hasil seleksi Calon Mahasiswa Amungme dan Kamoro (Cama Amor) Tahun 2026 yang akan melanjutkan studi di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta.
Dari total 194 peserta yang mengikuti seleksi, hanya 15 orang dengan nilai terbaik yang dinyatakan lolos.
Mereka akan menempuh pendidikan pada bidang strategis, khususnya teknik dan pertambangan, melalui jalur prestasi hasil kerja sama YPMAK dengan UPN Veteran Yogyakarta.
Kuota yang sangat terbatas menjadikan persaingan tahun ini jauh lebih ketat dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Bagi banyak keluarga di wilayah Amungme, Kamoro, serta lima suku kekerabatan lainnya di Mimika, pengumuman tersebut bukan sekadar daftar kelulusan, tetapi juga menjadi pintu menuju masa depan yang lebih baik.
Wakil Ketua Pengurus YPMAK Bidang Perencanaan Program, Feri Magai Uamang, menjelaskan pada tahun 2026 program beasiswa YPMAK memang hanya difokuskan pada seleksi menuju UPN Veteran Yogyakarta dengan kuota terbatas.
"Tahun ini kami hanya menyeleksi 15 calon mahasiswa untuk kuliah di UPN Veteran Yogyakarta. Tesnya sudah dilaksanakan di Mimika oleh tim dari UPN, dan hasilnya akan diumumkan pekan ini," ujar Feri saat ditemui di Gedung DPRK Mimika, Rabu (8/7).
Menurutnya, pengumuman tersebut akan dilakukan secara serentak bersama peserta seleksi dari berbagai daerah di Indonesia yang mengikuti jalur kemitraan UPN Veteran Yogyakarta.
Feri mengungkapkan, berkurangnya jumlah penerima beasiswa bukan karena menurunnya minat atau kualitas peserta, melainkan dipengaruhi kondisi keuangan yayasan yang masih melakukan penyesuaian.
Situasi tersebut berkaitan dengan belum pulih sepenuhnya operasional dan produksi PT Freeport Indonesia (PTFI), yang berdampak terhadap kemampuan pendanaan program kemitraan, termasuk sektor pendidikan.
Ia mengakui pembahasan mengenai penambahan anggaran telah beberapa kali dilakukan, baik dalam forum resmi maupun diskusi internal.
Namun hingga kini kondisi perusahaan belum memungkinkan adanya peningkatan kuota penerima beasiswa seperti pada tahun-tahun sebelumnya.
Meski demikian, YPMAK memastikan komitmennya terhadap pembangunan sumber daya manusia Papua tidak berubah.
Jalur Beasiswa Prestasi Tetap Dibuka
Di tengah keterbatasan kuota program UPN, YPMAK masih membuka peluang bagi putra-putri Orang Asli Papua (OAP) dan lima suku kekerabatan yang berhasil lolos ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur mandiri.
Mereka dapat mengajukan bantuan melalui Program Beasiswa Prestasi yang disiapkan YPMAK.
"Selain 15 nama yang akan berangkat ke UPN, bagi calon mahasiswa lain yang lulus PTN, kami akan berupaya mencarikan jalan bantuan. Kami memahami betul bahwa masuk PTN itu tidak mudah," kata Feri.
Kebijakan tersebut menjadi bentuk komitmen YPMAK agar keterbatasan kuota tidak menghentikan kesempatan generasi muda Papua untuk mengenyam pendidikan tinggi.
Seleksi Diawasi Rektor UPN
Seleksi berlangsung pada 19 Juni 2026 di Sekolah Taruna Papua, Timika, dan diikuti 194 peserta.
Rangkaian seleksi terdiri atas ujian tulis dan wawancara berbasis skolastik yang mengukur kemampuan penalaran, logika, serta pemahaman akademik peserta.
Menariknya, seluruh proses seleksi diawasi langsung oleh Rektor UPN Veteran Yogyakarta, Prof. Dr. Mohamad Irhas Efendi, M.Si., bersama tim akademik universitas guna memastikan proses berlangsung objektif, transparan, dan sesuai standar perguruan tinggi.
Program ini merupakan implementasi nota kesepahaman (MoU) antara YPMAK sebagai pengelola Dana Kemitraan PT Freeport Indonesia dengan UPN Veteran Yogyakarta dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua.









