BERITA UTAMAYPMAK

Delapan Kios UMKM Binaan YPMAK Resmi Beroperasi di Timika, Perkuat Ekonomi Masyarakat Amungme dan Kamoro

488
×

Delapan Kios UMKM Binaan YPMAK Resmi Beroperasi di Timika, Perkuat Ekonomi Masyarakat Amungme dan Kamoro

Share this article
Tim Program dan Monitoring Evaluasi Bidang Ekonomi YPMAK saat mengunjungi salah satu kios.

Timika, fajarpapua.com – Sebanyak delapan kios UMKM binaan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) resmi beroperasi di sejumlah wilayah Timika.

Program ini menjadi langkah konkret dalam mendorong kemandirian ekonomi Orang Asli Papua (OAP), khususnya masyarakat Amungme dan Kamoro.

iklan

YPMAK selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia terus memperkuat sektor usaha mikro melalui pendampingan terukur dan peningkatan kapasitas pelaku usaha lokal.

Di bawah kepemimpinan Ketua Pengurus Leonardus Tumuka, program pemberdayaan ekonomi difokuskan pada keberlanjutan dan profesionalisme usaha.

Tim Program dan Monitoring Evaluasi Bidang Ekonomi YPMAK yang dipimpin Deputi Perencanaan Program Billy Korwa turun langsung meninjau kios-kios binaan guna memastikan perkembangan usaha berjalan sesuai target.

Omset Harian Capai Rp 1,2 Juta

Dari hasil pemantauan, delapan kios kelontong milik pengusaha Amungme menunjukkan perkembangan positif.

Para pemilik usaha mengaku mampu meraih pendapatan (omset) harian rata-rata antara Rp 700 ribu hingga Rp 1,2 juta.

Capaian tersebut dinilai cukup menjanjikan bagi usaha yang baru dirintis.

Billy menjelaskan, program UMKM YPMAK sebelumnya telah berjalan melalui kerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia.

Setelah dilakukan evaluasi, YPMAK memperluas kemitraan dengan Bank Tabungan Negara guna meningkatkan akses pembiayaan serta pendampingan manajemen usaha.

“Program ini dimulai dari skala kecil agar pelaku usaha memiliki pengalaman, memahami manajemen, dan siap berkembang secara bertahap,” ujarnya.

Dilengkapi Pelatihan dan QRIS

Sebelum menjalankan usaha, para pelaku UMKM mengikuti pelatihan manajemen yang mencakup pencatatan keuangan, pengelolaan stok, hingga pelayanan pelanggan.

Setiap kios juga telah menggunakan sistem pembayaran digital QRIS untuk mendukung transparansi dan kemudahan transaksi.

YPMAK bersama mitra seperti Institut Jambatan Bulan dan CV Amungsa Gemilang turut memberikan pendampingan intensif agar usaha dapat berkembang dan naik kelas.

Dari total 20 pelaku usaha yang disiapkan, delapan kios telah beroperasi, sementara sisanya masih dalam tahap penyelesaian infrastruktur dan pengadaan barang.

Seluruh kios ditargetkan beroperasi penuh pada Februari hingga Maret 2026.

Selain kios kelontong, program pemberdayaan ekonomi YPMAK juga mencakup usaha laundry, rumah sagu, produksi tepung sagu, usaha kopi, cucian motor, serta produksi Virgin Coconut Oil (VCO) yang masih dalam tahap persiapan.

Program ini diharapkan mampu memperkuat ekonomi masyarakat adat di Timika serta membuka peluang usaha berkelanjutan bagi generasi muda Papua.

“Kita ingin membuktikan bahwa masyarakat Amungme dan Kamoro mampu mengelola usaha secara profesional dan berkembang hingga ke level usaha yang lebih besar. Dengan sistem yang baik dan pendampingan berkelanjutan, usaha masyarakat Papua bisa maju dan berdaya saing,” tutupnya. (moa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

📢 LAPOR FP