Lewati ke konten utama
MimikaBreaking News

Tiga Anggota KKB Tewas dalam Operasi Satgas Damai Cartenz di Yahukimo, Tiga Senjata Api Disita

RedaksiPenulis
RedaksiEditor
23.48 WIT3 menit baca199 dibaca
Anggota KKB yang tewas ditembak
Anggota KKB yang tewas ditembakFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Tiga anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap XVI Yahukimo Batalyon Yamue dilaporkan tewas dalam operasi penegakan hukum yang dilakukan tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo dan Kompi 3 Batalyon B Pelopor Satbrimobda Papua di kawasan KM 4 Logpon, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Jumat (17/7) sekitar pukul 05.45 WIT.

Operasi tersebut menyasar kelompok yang dipimpin daftar pencarian orang (DPO) Ronal Heluka. Menurut Satgas Damai Cartenz, petugas mendapat perlawanan saat tiba di lokasi sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur yang berlaku.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan, operasi dilaksanakan setelah petugas memperoleh hasil penyelidikan dan informasi intelijen mengenai keberadaan kelompok bersenjata tersebut di kawasan Logpon.

"Berdasarkan hasil pendalaman, kelompok tersebut diduga menggunakan sebuah rumah persinggahan di kawasan Logpon sebagai lokasi aktivitas. Setelah seluruh informasi diverifikasi dan dianalisis, tim gabungan melaksanakan operasi untuk mencegah aksi kekerasan bersenjata yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat," kata Yusuf.

Tiga anggota KKB yang tewas telah diidentifikasi masing-masing berinisial Roni Rubis, Kumis Passae, dan Orgenes Bayage. Ketiganya disebut merupakan anggota KKB Kodap XVI Yahukimo Batalyon Yamue.

Menurut Yusuf, kelompok tersebut diduga terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan bersenjata di Papua sejak 2022, di antaranya pembunuhan prajurit TNI Pratu Eka Yohan Kaize pada Desember 2022, penembakan mobil patroli Satgas Damai Cartenz pada Mei 2023, pembakaran kendaraan dinas Polres Yahukimo pada Januari 2025, hingga pembunuhan tujuh penambang di Kabupaten Pegunungan Bintang pada Mei 2026. Seluruh dugaan itu, kata dia, masih menjadi bagian dari proses penyelidikan dan pengembangan perkara.

Dalam operasi tersebut, petugas turut menyita tiga pucuk senjata api, 43 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter, dua kapak, dua pisau panjang, satu handy talky (HT) Icom, satu peredam senjata, tujuh telepon genggam, serta sejumlah barang bukti lainnya.

"Seluruh barang bukti tersebut akan menjadi bagian penting dalam proses penyidikan untuk mengungkap jaringan kelompok bersenjata ini secara menyeluruh," ujar Yusuf.

Ketiga jenazah telah dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Dekai. Sementara seluruh barang bukti diamankan di Satreskrim Polres Yahukimo untuk kepentingan penyidikan.

Selain itu, petugas juga mengamankan empat orang berinisial OH, SM, MM, dan LM untuk dimintai keterangan. Penyidik masih mendalami dugaan keterlibatan mereka dengan kelompok bersenjata tersebut.

Yusuf menambahkan, selama pelaksanaan Operasi Damai Cartenz-2026 di Yahukimo, petugas juga telah mengamankan empat orang lainnya berinisial HH, KG, EH, dan AS yang disebut memiliki keterkaitan dengan KKB Kodap XVI Yahukimo Batalyon Yamue. Keempatnya saat ini menjalani proses hukum.

"Kami menegaskan bahwa penegakan hukum ini ditujukan kepada pelaku tindak pidana bersenjata yang mengancam keselamatan masyarakat dan petugas, bukan kepada masyarakat sipil. Seluruh tindakan dilaksanakan secara profesional, proporsional, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku," katanya.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol Faizal Ramadhani, mengatakan operasi tersebut merupakan bagian dari upaya penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata yang diduga terlibat dalam berbagai aksi kekerasan di Yahukimo dan sekitarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Adarma Sinaga, mengatakan penyidik masih mengembangkan penyidikan untuk menelusuri jaringan kelompok bersenjata, termasuk asal-usul senjata yang digunakan.

"Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta segera menyampaikan informasi kepada petugas apabila mengetahui hal-hal yang dapat membantu proses penegakan hukum," ujarnya.(ron)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.