Timika, fajarpapua.com – Polres Mimika masih menyelidiki penyebab kematian seorang pria yang jazadnya ditemukan di samping lapak penjual pinang di Jalan Irigasi, Kelurahan Pasar Sentral, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Rabu (15/7) malam.
Penanganan kasus tersebut dipimpin langsung Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak bersama personel Polsek Mimika Baru, Satreskrim, Tim Inafis, dan Satintelkam Polres Mimika.
Kasi Humas Polres Mimika Iptu Hempy Ona mengatakan, laporan penemuan korban diterima sekitar pukul 19.25 WIT. Setelah menerima informasi itu, polisi langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, serta melakukan olah TKP.
"Begitu menerima laporan, personel segera menuju TKP untuk melakukan pengecekan awal, mengamankan lokasi, mengumpulkan keterangan saksi, dan Tim Inafis melakukan olah TKP sesuai prosedur," kata Hempy. Usai proses identifikasi, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Mimika untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi yang merupakan rekan kerjanya, korban berinisial GGM (22). Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat mengeluhkan sakit dan mengalami muntah-muntah saat berada di tempat kerja.
Melihat kondisinya, rekan-rekan korban berinisiatif mengantarnya berobat menggunakan sepeda motor. Namun, sekitar pukul 16.43 WIT, saat melintas di Jalan Hasanuddin, tepatnya di depan Diana Mart Timika, korban tiba-tiba melompat dari sepeda motor yang ditumpanginya.
Korban kemudian berlari ke arah anak-anak yang berada di pinggir jalan, lalu memanjat pagar dan masuk ke area di sekitar lokasi. Rekan-rekannya bersama warga berusaha mencari korban melalui akses pintu belakang.
"Salah satu saksi menerangkan korban ditemukan dalam posisi bersandar di tembok dengan mata dan mulut terbuka. Korban kemudian dipindahkan mendekati pagar," ujar Hempy.
Dari hasil olah TKP, Tim Inafis Polres Mimika tidak menemukan adanya tanda-tanda yang mengarah pada dugaan tindak pidana kekerasan di tubuh korban.
"Untuk sementara, hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan indikasi kekerasan. Namun, penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan proses penyelidikan yang sedang dilakukan penyidik," ucap Hempy.
Ia menambahkan, proses olah TKP hingga evakuasi jenazah berlangsung aman dan kondusif.
Polres Mimika juga mengimbau masyarakat tidak berspekulasi mengenai penyebab kematian korban dan meminta publik menunggu hasil resmi pemeriksaan medis serta penyelidikan kepolisian.(ron)














