Timika, fajarpapua.com – Komandan Relawan Mimika Respon Cepat, Arie Agung Perdana, mengatakan pihaknya tengah melakukan pendampingan terhadap seorang ibu di Kabupaten Mimika yang melaporkan anak perempuannya hilang kontak selama kurang lebih empat bulan dan diduga berada di Malaysia.
Arie menjelaskan, laporan tersebut diterima dari seorang ibu berinisial CS. Berdasarkan informasi yang diperoleh, putrinya diduga berada di wilayah Malaysia dalam kondisi kesehatan yang kurang baik.
"Setelah menerima laporan dan mengumpulkan berbagai informasi, tim langsung bergerak mengurus dokumen perjalanan. Paspor berhasil diterbitkan dalam waktu lima hari berdasarkan surat pendukung, kemudian kami berangkat menuju Malaysia untuk melakukan pendampingan pencarian," kata Arie, Jumat (17/7).
Ia mengungkapkan, setibanya di Kalimantan Barat, tim melanjutkan perjalanan darat dari Pontianak menuju perbatasan Indonesia-Malaysia.
Dalam perjalanan, tim sempat mengalami kendala saat proses pemeriksaan di pos imigrasi perbatasan. Namun, setelah melalui proses klarifikasi, mereka akhirnya diizinkan melanjutkan perjalanan.
"Dari perbatasan kami menuju KBRI di Kuching, Malaysia. Setelah berkoordinasi dengan pihak KBRI, tim akan bergerak lebih jauh ke wilayah yang menjadi lokasi tujuan untuk melakukan pencarian sekaligus berkoordinasi dengan otoritas terkait," ujarnya.
Arie menambahkan, identitas korban maupun pihak keluarga sengaja disamarkan demi alasan keamanan. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari kemungkinan terganggunya proses pencarian apabila terdapat pihak-pihak tertentu yang terkait dengan jaringan yang diduga terlibat.
"Kami berharap proses pencarian berjalan lancar dan korban dapat segera ditemukan serta dipulangkan dengan selamat," pungkasnya.(red)















