Timika, fajarpapua.com – Suasana duka menyelimuti kawasan pendulangan Kali Kabur Mile 21, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Seorang ayah berinisial PK (50) bersama anaknya LK ditemukan meninggal dunia berdampingan di dalam camp sederhana tempat mereka tinggal, Rabu (15/7).
Kabar duka itu sontak membuat warga sekitar terpukul. Tidak ada yang menyangka camp yang sehari-hari menjadi tempat bernaung keluarga tersebut berubah menjadi lokasi penemuan dua anggota keluarga yang telah kehilangan nyawa.
Peristiwa tragis itu terungkap setelah warga sekitar merasa curiga karena tidak melihat aktivitas dari camp korban sejak pagi hari.
Seorang tetangga mengaku sempat mendengar suara tangisan anak kecil sekitar pukul 02.00 WIT dari arah camp korban.
Namun hingga pagi, tidak terlihat seorang pun keluar dari camp. Warga kemudian tetap menjalankan aktivitas mendulang seperti biasa.
Saat kembali sekitar pukul 19.00 WIT, kondisi camp masih sama dan tidak terlihat tanda-tanda aktivitas.
Kecurigaan semakin kuat hingga akhirnya warga menghubungi salah seorang anak korban yang juga tinggal di sekitar area pendulangan.
Bersama-sama mereka masuk ke dalam camp dan mendapati PK serta LK sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Petugas gabungan yang menerima laporan kemudian mendatangi lokasi.
Personel Polsek Kuala Kencana, Inafis Satreskrim Polres Mimika, Brimob Pas 3 Satgas Amole, serta pihak keamanan perusahaan melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.
Selain menemukan kedua korban meninggal dunia, petugas juga mendapati seorang korban lainnya berinisial AT dalam kondisi kritis.
AT kemudian dievakuasi keluarga ke RSUD Mimika untuk mendapatkan pertolongan medis.
Kanit Reskrim Polsek Kuala Kencana, Ipda Y. Tansah Kristiono, membenarkan adanya kejadian tersebut.
Ia menjelaskan penanganan perkara dilakukan oleh Polsek Mimika Baru karena lokasi kejadian masuk dalam wilayah hukumnya.
“Benar, ditangani oleh Polsek Mimika Baru karena masih wilayah sektornya,” ujarnya.
Sementara itu, Humas RSUD Mimika Lucky Mahakena menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan visum luar terhadap jenazah.
Dari pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan korban diduga meninggal akibat kondisi kesehatan.
“Pendulang sudah kami lakukan visum luar dan dicurigai meninggal karena normatif, diduga karena sakit karena sebelumnya keluarga menyampaikan korban memang sakit,” katanya.
Kepergian ayah dan anak tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar pendulangan Kali Kabur.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan dua nyawa dalam satu keluarga itu berakhir tragis.(ron)










