Lewati ke konten utama

Koops TNI Habema Sita Tiga Senjata Api dari Honai yang Diduga Jadi Markas Transit OPM Daniel Aibon di Intan Jaya

Redaksi Fajar PapuaPenulis
MustofaEditor
14.46 WIT2 menit baca139 dibaca
Nampak barang bukti berupa senjata api, senjata rakitan serta bintang kejora yang berhasil disita dari honai transit OPM pimpinan Daniel Aibon.
Nampak barang bukti berupa senjata api, senjata rakitan serta bintang kejora yang berhasil disita dari honai transit OPM pimpinan Daniel Aibon.Foto / Papua Tengah
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Komando Operasi (Koops) TNI Habema mengamankan tiga pucuk senjata api dari sebuah honai yang diduga menjadi lokasi transit kelompok bersenjata TPNPB-OPM pimpinan Daniel Aibon Kogoya di sekitar Kampung Abundoga, Kabupaten Intan Jaya, Kamis (16/7).

Operasi tersebut dilakukan berdasarkan informasi intelijen yang menyebut adanya dugaan rencana aksi bersenjata terhadap aparat keamanan serta aktivitas konsolidasi kelompok bersenjata di wilayah tersebut.

Setelah melalui tahapan pengintaian, verifikasi, dan perencanaan, personel TNI bergerak menuju lokasi untuk mengamankan sasaran.

Dalam operasi itu, personel Satgas berhasil menguasai honai yang disebut digunakan sebagai tempat transit kelompok bersenjata.

Dari lokasi tersebut, aparat menyita satu pucuk senjata api organik jenis Lee Enfield kaliber 7,62 mm, dua pucuk senjata api rakitan kaliber 5,56 mm, satu pucuk senapan angin dalam kondisi terbongkar, sejumlah munisi, serta berbagai perlengkapan lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok tersebut.

Penyitaan tiga pucuk senjata api tersebut dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi potensi ancaman terhadap masyarakat sipil sekaligus mencegah penggunaan senjata dalam aksi kekerasan di wilayah Intan Jaya.

Koops TNI Habema menyebut operasi ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.

Di sela pelaksanaan operasi, empat warga yang berada di sekitar lokasi juga menyampaikan harapan agar kampung mereka tetap damai dan terbebas dari konflik bersenjata.

Mereka menyatakan komitmen untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan demi terciptanya kehidupan yang harmonis.

Kepala Penerangan (Kapen) Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menegaskan seluruh operasi keamanan dilakukan secara profesional dan mengutamakan keselamatan masyarakat.

"Tugas utama kami adalah memberikan rasa aman kepada masyarakat Papua. Setiap tindakan dilakukan secara terukur berdasarkan informasi yang valid, dengan tetap mengedepankan perlindungan terhadap warga sipil serta menghormati nilai-nilai kemanusiaan. Keamanan yang terjaga merupakan fondasi bagi berlangsungnya pembangunan dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Koops TNI Habema juga kembali mengajak anggota kelompok bersenjata yang masih berada di hutan untuk menghentikan aksi kekerasan dan memilih jalur damai.

Menurutnya, pemerintah tetap membuka ruang dialog serta kesempatan bagi setiap pihak yang ingin kembali ke masyarakat sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (ron)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.