Jayapura, fajarpapua.com – Komando Operasi (Koops) TNI Habema menegaskan tidak ada personel TNI yang melakukan patroli maupun aktivitas operasi di Kampung Danggoa, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, saat insiden ledakan yang menyebabkan tiga warga sipil menjadi korban.
Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi siaran pers Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) yang menyebut dua perempuan sipil menjadi korban serangan bom saat operasi udara yang diduga melibatkan helikopter dan drone militer Indonesia di wilayah tersebut.
Siaran pers Manajemen Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM tertanggal 21 Juni 2026 yang ditandatangani juru bicara TPNPB, Sebby Sambom, menyebut dua ibu rumah tangga bernama Agolu Pogau dan Otovina Hogajau terdampak insiden yang disebut terjadi pada 18 Juni 2026.
Menanggapi hal itu, Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, menyampaikan keprihatinan atas insiden yang menimpa warga sipil di Kampung Danggoa pada Jumat (19/6/2026).
“Berdasarkan laporan satuan dan data kegiatan operasi yang tercatat, tidak ada personel Koops TNI Habema yang melaksanakan patroli di Kampung Danggoa dan sekitarnya saat insiden terjadi. Selain itu, tidak terdapat penggunaan granat maupun bahan peledak oleh personel TNI dalam pelaksanaan tugas di wilayah tersebut,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (23/6/2026).
Ia mengatakan klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun spekulasi yang tidak didukung fakta.
“Kami turut prihatin atas musibah yang menimpa tiga warga sipil. Namun berdasarkan laporan dan data kegiatan satuan di lapangan, tidak ada patroli TNI yang bergerak ke Kampung Danggoa pada saat kejadian. Oleh karena itu, informasi yang mengaitkan insiden tersebut dengan kegiatan patroli TNI tidak sesuai dengan data yang kami miliki,” tuturnya.
Menurut Wirya, penyebab pasti ledakan hingga kini masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Koops TNI Habema menghormati proses investigasi yang sedang berlangsung dan mendukung pengungkapan fakta secara objektif, transparan, serta berbasis bukti di lapangan.
Koops TNI Habema juga menyatakan siap mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Intan Jaya dan instansi terkait dalam penanganan medis terhadap para korban. Masyarakat juga diimbau mengedepankan informasi terverifikasi agar situasi tetap aman dan kondusif.(hsb)








