Lewati ke konten utama

Seorang Sopir Taksi Dibacok Orang Tak Dikenal di Jalan Poros Trans Nabire-Paniai

Redaksi Fajar PapuaPenulis
13.25 WIT2 menit baca281 dibaca
Korban saat mendapatkan perawatan medis
Korban saat mendapatkan perawatan medisFoto / Papua Tengah
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com - Seorang sopir taksi bernama Wandi Nur (29), menjadi korban pembacokan oleh dua orang tak dikenal (OTK) di Jalan Poros Trans Nabire-Paniai, tepatnya depan Gereja Katolik Imakulata, Kampung Kimipugi, Distrik Kamu, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Sabtu (8/8) sekitar pukul 18.00 WIT.

Akibat serangan tersebut, Wandi mengalami luka sobek pada bagian kepala sebelah kiri hingga harus mendapatkan 12 jahitan. Ia juga mengalami luka lecet pada tangan kiri.

Berdasarkan informasi yang diterima media ini, kejadian bermula ketika Wandi selesai mengantar lima penumpang dari Kabupaten Nabire menuju wilayah Mapia dan Kampung Kali Kasuari. Setelah menurunkan para penumpang, Wandi kemudian melanjutkan perjalanan dengan tujuan Kabupaten Deiyai.

Setibanya depan Gereja Katolik Imakulata Moanemani, Wandi menghentikan kendaraan. Ia kemudian turun dan menyeberangi jalan untuk menanyakan kondisi jalur menuju Kabupaten Deiyai kepada seorang sopir truk yang berada di sekitar lokasi.

Namun, saat sedang berjalan, tiba-tiba muncul dua orang tak dikenal dari arah belakang menggunakan sepeda motor. Salah satu pelaku mengayunkan parang ke arah Wandi hingga mengenai bagian samping kiri kepala.

Setelah melakukan aksinya, kedua pelaku melarikan diri mengendarai sepeda motor ke arah Kampung Ekimanadi.

Wandi yang mengalami luka dan merasa keselamatannya terancam mendatangi aparat keamanan melaporkan kejadian tersebut.

Petugas selanjutnya mengamankan korban dan membawanya ke klinik guna mendapatkan pertolongan medis. Setelah mendapat perawatan, Wandi diantar ke Polres Dogiyai untuk memastikan kondisi korban tetap aman sekaligus menjalani pemeriksaan terkait kejadian tersebut.

Dari hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka bacok pada bagian belakang samping kiri kepala dengan luka terbuka yang membutuhkan 12 jahitan. Selain itu, terdapat luka lecet pada tangan kirinya.

Kepada petugas, Wandi mengaku tidak mengenal kedua pelaku dan tidak pernah memiliki persoalan dengan mereka. Ia juga tidak mengetahui alasan dirinya tiba-tiba diserang menggunakan parang.

Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas kedua pelaku serta motif dibalik penyerangan tersebut.

Hingga saat ini, Wandi masih berada dalam pengamanan Polres Dogiyai untuk menjalani pemeriksaan dan proses pemulihan. Sementara situasi di sekitar lokasi kejadian terus dipantau aparat keamanan.

Polisi juga mengimbau masyarakat yang melintas di jalur Trans Nabire-Paniai agar tetap berhati-hati dan segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu keamanan.(ron)