Timika, fajarpapua.com – Situasi di Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Selasa (11/8) malam dilaporkan mencekam setelah sejumlah fasilitas penting pemerintahan wilayah itu hangus dibakar massa.
Salah seorang ASN Pemkab Puncak yang meminta namanya dirahasiakan kepada fajarpapua.com mengatakan, aksi pembakaran dimulai pukul 16.00 WIT, Selasa sore. Beberapa gedung pemerintah seperti Kantor Bupati, Kantor DPRD dan Kantor PMK Kabupaten Puncak dibakar massa.
Menurut sumber, peristiwa itu diduga berkaitan dengan persoalan pembagian Dana Desa bagi kampung-kampung di Kabupaten Puncak.
“Situasi sampai saat ini masih mencekam. Kantor Bupati, Kantor DPRD dan PMK terbakar,” ungkapnya melalui sambungan telepon seluler.
Ia menjelaskan, persoalan yang menjadi pemicu disebut berkaitan dengan Dana Desa yang diperuntukkan bagi kampung-kampung di Kabupaten Puncak.
Disebutkan, terdapat 25 distrik dan 206 kampung yang menerima Dana Desa. Namun, masyarakat disebut mempersoalkan besaran dana yang diterima masing-masing kampung yang diinformasikan sekitar Rp130 juta.
“Masalahnya terkait pengambilan Dana Desa setiap kampung. Ada 25 distrik dan 206 kampung. Informasinya masing-masing menerima Rp130 juta,” katanya.
Menurut dia, masyarakat tidak terima sehingga berujung aksi pembakaran sejumlah kantor pemerintahan. "Hampir semua kantor dibakar," tambahnya.
Meski demikian, informasi mengenai kronologi lengkap kejadian, jumlah bangunan yang terbakar, serta kerugian akibat peristiwa tersebut belum berhasil dikonfirmasi kepada pihak berwenang.
Hingga berita ini diturunkan, fajarpapua.com masih berupaya mendapatkan konfirmasi resmi dari Pemerintah Kabupaten Puncak dan aparat keamanan terkait kondisi terkini di Ilaga.
Perkembangan selanjutnya mengenai situasi di Ilaga diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas terkait penyebab maupun dampak dari peristiwa tersebut.(ron)















