Timika, fajarpapua.com – Sejumlah kantor pemerintahan di Kabupaten Puncak dibakar dalam kerusuhan yang terjadi setelah masyarakat memprotes pembagian dana desa. Untuk mengantisipasi gangguan susulan, Polda Papua Tengah mengirim personel Brimob sebanyak 1 SST membackup Polres Puncak.
Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jeremias Rontini mengatakan, pihaknya telah mengambil langkah-langkah antisipatif agar situasi tetap kondusif, termasuk berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah dan TNI.
“Kami sudah mengambil langkah-langkah demi mengembalikan situasi di sana, tinggal kita koordinasi dengan Pemda dan saya juga sudah berkoordinasi dengan TNI, yaitu Komandan Korem. Beliau sudah naik dan saya rencana besok,” katanya.
Menurut Kapolda, hingga Rabu pagi situasi di Kabupaten Puncak sudah kondusif dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Saya sudah perintahkan Kapolres untuk segera berkoordinasi dengan Pemda. Sampai pagi ini tidak ada korban jiwa,” tuturnya.
Kapolda menegaskan, proses penegakan hukum terhadap aksi kerusuhan tersebut tetap dilakukan. Polda Papua Tengah juga akan menurunkan tim penyidik melakukan penyelidikan.
“Kita tetap lakukan penegakan hukum. Saya bawa tim penyidik dari Polda untuk lakukan penyelidikan. Minimal kita olah TKP, kita kumpulkan data-data dan bukti,” tegasnya.
Kapolda berharap Pemda Puncak, khususnya Bupati terus membangun komunikasi dengan para kepala kampung menyelesaikan persoalan dana desa.
Menurutnya, dana desa sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan kampung.(ron)














